Pascasarjana.umsida.ac.id – Dosen Program Studi Magister Manajemen Umsida, Dr Vera Firdaus SPsi MM, menjadi salah satu pembicara dalam International Guest Lecture bertema “The Competence Edge: Mastering Future Skills Through Strategic Excellence”.
Baca Juga: Ari Warokka Perkuat Wawasan Global Mahasiswa Magister Manajemen Umsida
Dalam kegiatan yang digelar hybrid di Ruang 704 Lantai 7 GKB 3 Umsida dan Zoom Meeting tersebut, Vera membawakan materi tentang From Campus to Competence: Shaping Future-Ready Talent in Indonesia.
Tantangan Kesiapan Lulusan
Vera menyoroti bahwa pertumbuhan pendidikan tinggi di Indonesia perlu diimbangi dengan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja. Menurutnya, tantangan lulusan hari ini tidak hanya terletak pada kemampuan akademik, tetapi juga pada kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri.
Ia menjelaskan bahwa masih terdapat kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja. Kesenjangan ini mencakup kompetensi, kesiapan kerja, kemampuan adaptasi, dan keterampilan yang relevan dengan transformasi digital.
“Kompetensi strategis bukan sekadar nilai akademik, tetapi modal manusia yang membentuk masa depan bangsa,” jelasnya.
Future-Ready Talent Perlu Dibentuk
Dalam paparannya, Vera menjelaskan bahwa talenta masa depan harus memiliki kemampuan yang lebih kompleks. Future-ready talent bukan hanya mereka yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu beradaptasi, terus belajar, berkomunikasi, memiliki ketahanan diri, serta mengambil keputusan secara etis.
Ia menekankan empat unsur penting dalam mendefinisikan kompetensi masa depan, yaitu cognitive skills, digital literacy and adaptability, behavioural competencies, dan strategic mindset. Keempat unsur tersebut menjadi fondasi agar lulusan mampu bertahan dan berkembang di lingkungan kerja yang dinamis.
Bagi mahasiswa pascasarjana, kemampuan tersebut sangat penting karena mereka dipersiapkan bukan hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai pemimpin, pengambil keputusan, dan penggerak perubahan di organisasi.
Kampus sebagai Laboratorium Kompetensi
Vera juga mendorong agar kampus tidak hanya dipahami sebagai ruang belajar, tetapi sebagai competence incubator. Kampus perlu menjadi laboratorium kompetensi yang memberi mahasiswa pengalaman nyata melalui project-based learning, applied research, community engagement, mentoring, serta sertifikasi kompetensi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan karier dan kolaborasi industri. Career center, personal coaching, proyek kolaborasi industri, dan jalur rekrutmen yang terstruktur dapat membantu mahasiswa lebih siap memasuki dunia kerja.
Dalam kerangka Campus-to-Competence, mahasiswa perlu dibimbing melalui beberapa tahap, mulai dari mengenali potensi diri, mengembangkan kemampuan, mendapatkan pengalaman, mengukur kompetensi, membuktikan keahlian, hingga terhubung dengan dunia industri.
Baca Juga: Kuatkan Kualitas Akademik, Dosen Umsida Ikuti Konferensi AI dan Big Data 2026
Materi ini memperkuat arah Program Studi Magister Manajemen Umsida dalam membentuk lulusan yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan global. Materi Vera memuat isu kesenjangan kompetensi lulusan, definisi future-ready talent, kampus sebagai competence incubator, serta pentingnya career support dan industry collaboration.
Penulis : Akhmad Hasbul Wafi












