Pascasarjana.umsida.ac.id – Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan Prof Ari Warokka PhD MSc MDEM MCEUE DEA dari Tongmyong University, Korea Selatan, dalam kegiatan International Guest Lecture bertema “The Competence Edge: Mastering Future Skills Through Strategic Excellence.”
Baca Juga: Beberapa Hoaks di Sensus Ekonomi 2026, Ketua Pojok Statistik Umsida Beri Penjelasan
Kegiatan ini menjadi ruang akademik internasional bagi mahasiswa Magister Manajemen Umsida untuk memperluas wawasan tentang kompetensi masa depan, daya saing global, dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Kehadiran Prof Ari sebagai salah satu pembicara internasional turut memperkuat perspektif global mahasiswa. Forum ini mempertemukan akademisi dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas pentingnya future skills dalam lingkungan profesional yang semakin dinamis, kompetitif, dan berbasis teknologi.
Future Skills dalam Perspektif Global
Dalam paparannya, Prof Ari menekankan bahwa future skills tidak lagi menjadi kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi tuntutan utama bagi lulusan perguruan tinggi, khususnya pada jenjang pascasarjana.
Menurutnya, perubahan dunia kerja, perkembangan digitalisasi, serta mobilitas tenaga profesional lintas negara menuntut mahasiswa memiliki kapasitas yang lebih luas daripada sekadar penguasaan teori.
“Mahasiswa pascasarjana perlu memiliki cara pandang global. Kompetensi masa depan tidak hanya berbicara tentang pengetahuan, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berpikir strategis, dan bekerja sama dalam lingkungan yang berbeda,” ungkap Prof Ari.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Magister Manajemen perlu membangun kemampuan berpikir strategis, terbuka terhadap perubahan, serta mampu membaca peluang dalam lingkungan kerja yang terus bergerak. Kemampuan tersebut menjadi penting karena dunia profesional tidak lagi berjalan secara lokal, tetapi saling terhubung dalam ekosistem global.
Konteks Korea Selatan sebagai negara dengan perkembangan teknologi, industri, dan pendidikan tinggi yang maju menjadi salah satu latar penting dalam pembahasan tersebut. Melalui perspektif itu, mahasiswa diajak memahami bahwa kemajuan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing secara global.
Kompetensi Jadi Modal Daya Saing
Prof Ari juga menempatkan kompetensi sebagai modal penting dalam membangun daya saing individu maupun organisasi. Dalam era global, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki ijazah atau gelar akademik.
Mereka perlu menunjukkan kemampuan nyata dalam kepemimpinan, komunikasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan lingkungan profesional.
“Daya saing tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita ketahui, tetapi juga bagaimana kita menggunakan pengetahuan itu untuk menyelesaikan persoalan nyata,” jelasnya.
Pandangan tersebut relevan dengan kebutuhan mahasiswa Magister Manajemen yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin, pengelola organisasi, maupun praktisi profesional. Dalam dunia kerja masa depan, kompetensi manajerial harus didukung dengan kepekaan terhadap perubahan global dan kemampuan membangun kolaborasi lintas budaya.
Melalui International Guest Lecture ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk membandingkan dinamika kompetensi di Indonesia dengan tantangan global. Dengan begitu, proses pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori di ruang kelas, tetapi juga diperluas melalui dialog akademik bersama narasumber internasional.
Pascasarjana Umsida Dorong Jejaring Internasional
Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Pascasarjana Umsida dalam memperluas jejaring akademik internasional. Kehadiran narasumber dari Tongmyong University, Korea Selatan, memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa Magister Manajemen.
Melalui forum internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh materi dari dosen internal, tetapi juga bersentuhan langsung dengan perspektif akademisi global yang memiliki pengalaman lintas negara.
Hal ini penting karena mahasiswa pascasarjana perlu dibekali dengan wawasan yang relevan dengan perkembangan zaman. Mereka dituntut mampu memahami isu manajemen, kompetensi, kepemimpinan, dan sumber daya manusia dari sudut pandang yang lebih terbuka.
Dengan demikian, sesi Prof Ari Warokka menjadi bagian dari upaya Magister Manajemen Umsida dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan global.
Baca Juga: International Guest Lecture Magister Manajemen Umsida Bahas Human Edge di Era AI
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu membawa nilai strategis, profesionalitas, kemampuan kolaboratif, dan daya saing internasional dalam menghadapi dunia kerja masa depan.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi












