Pasca.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Baca Juga: Ikuti Yala Internship Program, Ini Inovasi Mahasiswa Umsida

Yanuar Kusumaningrum, mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Umsida, berhasil meraih Juara 1 Creativity Competition dalam rangkaian MADANI Global Inbound Mobility Program atau GLOCOSE 3.0 yang diselenggarakan di Universiti Malaya, Malaysia, pada 14 April 2026.
Kegiatan internasional tersebut mengusung tema Learning, Community, and Sustainability.
Program ini menjadi ruang pertemuan mahasiswa lintas negara untuk belajar, berkolaborasi, serta memperkuat wawasan global melalui berbagai agenda, mulai dari campus tour, culture exchange, kegiatan sosial, hingga kompetisi kreativitas.
Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi GLOCOSE 9th, Universiti Malaya menyambut para delegasi mahasiswa dari berbagai daerah dan institusi, termasuk Sidoarjo, Malang, Cor Jesu, Brawijaya, dan Purwokerto.
Para peserta juga mengikuti kegiatan campus cleaning project di Tasik Varsity, tur kampus, serta pertukaran budaya sebagai bagian dari pengalaman mobilitas internasional.
Angkat Teknologi AI dan Keberagaman Budaya
Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida, Dr Enik Setiyawati SPd MPd, menyampaikan bahwa Creativity Competition menjadi salah satu kegiatan yang diikuti mahasiswa Umsida dalam program student mobility ke Universiti Malaya.
Kompetisi tersebut menantang peserta untuk menghadirkan karya kreatif berbasis teknologi, salah satunya melalui pembuatan poster dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta mobilitas internasional, tetapi juga membawa gagasan dan kreativitas yang mampu bersaing. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Umsida memiliki kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan,” ujar Enik.
Dalam kompetisi tersebut, Yanuar mengangkat konsep kemajuan teknologi AI dengan memasukkan prompt yang menampilkan ikon dari negara-negara peserta, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Ia juga memadukan unsur kebudayaan lokal dari masing-masing negara sebagai representasi keberagaman budaya.
Menurut Yanuar, desain poster tersebut tidak hanya menonjolkan aspek visual, tetapi juga membawa pesan kolaborasi internasional.
Karya itu menggambarkan bahwa teknologi dapat menjadi media untuk mempertemukan identitas budaya, pendidikan, dan semangat keberlanjutan.
“Saya ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, berkolaborasi dengan peserta dari berbagai negara, serta memperkuat perspektif global dalam dunia pendidikan,” ungkap Yanuar.
Prestasi Internasional untuk Pascasarjana Umsida
Keberhasilan Yanuar meraih juara pertama menjadi capaian penting bagi Pascasarjana Umsida, khususnya Prodi S2 Pendidikan Dasar.
Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk unggul dalam aspek akademik, tetapi juga didorong agar mampu berkompetisi, berinovasi, dan membawa nilai-nilai pendidikan berkemajuan di tingkat global.
Yanuar menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan para dosen di Umsida. Menurutnya, lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang menjadi salah satu faktor penting dalam proses pencapaian tersebut.
“Pencapaian ini tidak terlepas dari bimbingan para dosen di Umsida yang senantiasa memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, nilai-nilai Muhammadiyah tentang Islam yang berkemajuan juga menjadi landasan penting dalam perjalanan saya,” terang Yanuar.
Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi yang lebih luas, terutama dalam dunia pendidikan dasar.
Baginya, pengalaman internasional tersebut menjadi bekal penting untuk memperluas cara pandang sebagai pendidik sekaligus mahasiswa pascasarjana.
Dorong Mahasiswa Berdaya Saing Global
Enik menambahkan, capaian ini selaras dengan komitmen Prodi S2 Pendidikan Dasar Umsida dalam mendorong mahasiswa agar memiliki kompetensi akademik, kreativitas, dan jejaring internasional.
Menurutnya, pendidikan dasar saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori pembelajaran, tetapi juga mampu membaca perkembangan teknologi dan dinamika global.
“Prestasi Yanuar menjadi bukti bahwa mahasiswa S2 Dikdas Umsida mampu membawa nama baik kampus di forum internasional. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang, aktif dalam kegiatan akademik global, dan terus menghasilkan karya yang bermanfaat,” jelasnya.
Melalui keikutsertaan dalam MADANI Global Inbound Mobility Program GLOCOSE 3.0paa, mahasiswa Umsida mendapatkan pengalaman langsung dalam membangun kolaborasi lintas budaya.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk memperkuat soft skills, kreativitas, komunikasi, serta kepedulian terhadap isu pendidikan dan keberlanjutan.
Baca Juga: Magister Inovasi Sistem dan Teknologi Umsida Bahas Industri Berkelanjutan Lewat Podcast Akademik
Prestasi ini sekaligus memperkuat peran Pascasarjana Umsida dalam mencetak lulusan yang unggul, inovatif, profesional, dan memiliki wawasan internasional berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi











