Ustaz Naruto Ajak Guru Terus Belajar di Era Digital

Pasca.umsida.ac.id — Pendidik perlu terus membuka diri terhadap pengetahuan dan pengalaman baru agar mampu menghadapi perubahan karakter murid serta perkembangan pendidikan di era digital.

Baca Juga: Dr Netti Lastiningsih Tegaskan Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital

Pesan tersebut disampaikan M Marzuki Imron ST atau yang dikenal sebagai Ustaz Naruto saat menjadi narasumber kedua dalam Kuliah Tamu dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mas Mansyur lantai 7 Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana Umsida bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Waru.

Dalam kegiatan bertema “Transformasi Pembelajaran Berbasis Literasi dan Numerasi di Era Digital” itu, Ustaz Naruto menyampaikan materi motivasi bagi pendidik di era digital.

M Marzuki Imron merupakan alumnus Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang aktif sebagai pendakwah, pembicara, dan mentor. Ia juga pernah diperkenalkan PENS sebagai salah satu mentor di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Julukan Ustaz Naruto melekat karena gaya dakwahnya yang menggunakan kostum dan berbagai contoh dari anime Naruto. Pendekatan tersebut digunakan untuk mendekatkan pesan kepada generasi muda melalui bahasa dan budaya populer yang mereka kenal.

Guru Perlu Terbuka terhadap Pengetahuan Baru

Dalam penyampaian materinya, Ustaz Naruto mengapresiasi semangat para guru yang mengikuti kegiatan pengembangan keprofesian tersebut.

Menurutnya, kemauan menerima pengetahuan baru merupakan modal penting bagi guru. Pendidik tidak dapat hanya mengandalkan pengalaman dan cara mengajar yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

“Saya senang dengan guru-guru zaman ini yang mau menerima wawasan dan pengetahuan baru,” ungkapnya.

Keterbukaan tersebut dibutuhkan karena lingkungan pendidikan terus berubah. Guru menghadapi murid dengan kebiasaan, cara berkomunikasi, dan sumber informasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Pendidik karena itu perlu terus memperbarui pendekatan agar pesan pembelajaran dapat diterima secara lebih tepat. Namun, pembaruan tersebut bukan berarti meninggalkan nilai dan tujuan pendidikan.

Dalam pembukaan materinya, ia juga mendoakan agar kesehatan, keluarga, pekerjaan, dan penghasilan para guru mendapatkan keberkahan.

“Semoga kesehatan kita berkah, keluarga kita berkah, dan penghasilan kita juga berkah,” tuturnya.

Belajar dari Pengalaman Guru di Berbagai Daerah

Ustaz Naruto menjelaskan bahwa materi yang disampaikannya tidak hanya bersumber dari teori. Ia juga membawa pengalaman yang diperoleh setelah bertemu dengan guru, murid, mahasiswa, dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Alhamdulillah, saya pernah diizinkan Allah berkeliling Indonesia dan bertemu dengan guru-guru dari berbagai daerah. Saya akan menceritakan berbagai kisah mereka,” jelasnya.

Beragam pengalaman tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi pendidik. Setiap sekolah mempunyai kondisi, karakter murid, dan tantangan yang berbeda sehingga tidak seluruh persoalan dapat diselesaikan menggunakan satu pendekatan yang sama.

Melalui kisah nyata, guru dapat mempelajari cara pendidik lain menghadapi persoalan, membangun kedekatan dengan murid, dan mempertahankan semangat mengajar.

Ia menyebut aktivitasnya selama ini mencakup penyampaian ceramah dan motivasi di masjid, sekolah, kampus, instansi pemerintah, serta perusahaan. Ia juga berinteraksi dengan berbagai kelompok usia, mulai dari anak usia dini hingga mahasiswa.

Pengalaman tersebut membuatnya melihat bahwa penyampaian pesan harus disesuaikan dengan karakter audiens. Guru tidak cukup menguasai materi, tetapi juga perlu memahami bahasa dan dunia murid.

Humor dan Cerita untuk Menghidupkan Materi

Ustaz Naruto menyampaikan materi menggunakan humor, cerita keseharian, dan interaksi langsung dengan peserta. Cara tersebut membuat materi motivasi tidak berlangsung satu arah.

Penggunaan cerita juga membantu peserta menghubungkan pesan yang disampaikan dengan kehidupan mereka sendiri. Menurutnya, pendidik perlu memahami bahwa pesan yang baik belum tentu diterima apabila disampaikan dengan cara yang tidak sesuai dengan audiens.

Gaya komunikasi tersebut juga menjadi ciri Ustaz Naruto dalam menyampaikan dakwah. Kajian mengenai strategi komunikasinya menyebut penggunaan budaya populer, komunikasi interpersonal, dan YouTube membantu pesannya lebih mudah dikenali serta menjangkau generasi muda.

Melalui materi tersebut, para guru didorong untuk tidak berhenti belajar, memperluas pengalaman, dan berani menyesuaikan metode komunikasi dengan perkembangan zaman.

Baca Juga: Bijak Bermedia Sosial Jadi Topik Penutup Rangkaian PKMU 2025-2026

Keterampilan menggunakan teknologi tetap penting, tetapi keberhasilan pendidikan juga ditentukan oleh kemampuan guru membangun hubungan, menyampaikan pesan secara relevan, dan menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan murid.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Bertita Terkini

Antusias Ikuti Seleksi, 28 Peserta Beasiswa LPPD Jatim Lolos Tahap 1
August 5, 2026By
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Guru Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat
August 4, 2026By
Tes Fathul Mu’in Uji Kompetensi Calon Penerima Beasiswa LPPD
August 3, 2026By
Dr Netti Lastiningsih Tegaskan Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital
August 1, 2026By
Dr Erna Yayuk: Numerasi Membantu Murid Mengambil Keputusan Tepat
July 31, 2026By
Prof Hana Tegaskan Komitmen Pascasarjana Tingkatkan Kualitas Pendidikan
July 29, 2026By
28 Peserta Lolos Seleksi Internal Beasiswa LPPD Jatim 2026
July 28, 2026By
MPD Umsida dan KKG Waru Perkuat Literasi Numerasi Guru
July 27, 2026By

Prestasi

Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Paper Terbaik di University Malaya
June 16, 2026By
Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Juara 1 Creativity Competition di Universiti Malaya
June 14, 2026By

Kegiatan

Antusias Ikuti Seleksi, 28 Peserta Beasiswa LPPD Jatim Lolos Tahap 1
August 5, 2026By
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Guru Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat
August 4, 2026By
Tes Fathul Mu’in Uji Kompetensi Calon Penerima Beasiswa LPPD
August 3, 2026By
Dr Netti Lastiningsih Tegaskan Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital
August 1, 2026By
Dr Erna Yayuk: Numerasi Membantu Murid Mengambil Keputusan Tepat
July 31, 2026By
Prof Hana Tegaskan Komitmen Pascasarjana Tingkatkan Kualitas Pendidikan
July 29, 2026By
28 Peserta Lolos Seleksi Internal Beasiswa LPPD Jatim 2026
July 28, 2026By
MPD Umsida dan KKG Waru Perkuat Literasi Numerasi Guru
July 27, 2026By
BWINBET365