Tes Fathul Mu’in Uji Kompetensi Calon Penerima Beasiswa LPPD

Pasca.umsida.ac.id – Tes membaca Kitab Fathul Mu’in menjadi salah satu tahapan utama dalam seleksi internal calon penerima Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur 2026 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga: 28 Peserta Lolos Seleksi Internal Beasiswa LPPD Jatim 2026

Dalam tes tersebut, peserta diminta menunjukkan kemampuan membaca teks Arab tanpa harakat, menerjemahkan, menerapkan kaidah nahwu dan sharaf, serta menjelaskan kandungan bacaan. Para peserta mengikuti proses seleksi dengan serius dan berusaha menampilkan kemampuan terbaik di hadapan tim penguji.

Tes ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penilaian, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta untuk mengevaluasi penguasaan literatur keislaman. Suasana kompetitif dalam seleksi tetap berlangsung secara positif dan kekeluargaan.

Program Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026 sebelumnya diikuti oleh 49 pendaftar. Setelah melalui seleksi administrasi dan verifikasi dokumen, sebanyak 33 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi internal di Pascasarjana Umsida.

Selain tes membaca Kitab Fathul Mu’in, peserta mengikuti Tes Potensi Akademik melalui wawancara. Kedua tahapan tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan keislaman, kesiapan akademik, motivasi studi, pengalaman pengabdian, dan komitmen peserta dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam.

Peserta Persiapkan Kemampuan Membaca Kitab
Dok: Istimewa

Sejak sebelum pelaksanaan seleksi, para peserta telah melakukan berbagai persiapan. Mereka memperkuat kemampuan membaca kitab kuning, mempelajari kembali kaidah nahwu dan sharaf, serta memperdalam pemahaman terhadap materi yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in.

Direktur Program Pascasarjana Umsida, Prof Hana Catur Wahyuni ST MT IPM, mengatakan bahwa kesungguhan peserta mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan magister.

“Para peserta terlihat sangat antusias dan berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mereka tidak hanya datang untuk mengikuti seleksi, tetapi juga membawa harapan besar untuk meningkatkan kompetensi dan melanjutkan pendidikan melalui Beasiswa LPPD Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, program beasiswa tersebut menjadi kesempatan strategis bagi guru, ustaz dan ustazah, pengelola pesantren, serta pengelola madrasah diniyah untuk meningkatkan kapasitas akademik dan manajerial.

Ia berharap penerima beasiswa nantinya tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan magister, tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memperkuat pengelolaan dan kualitas pendidikan di lembaganya.

“Penerima beasiswa diharapkan mampu membawa perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi lembaga serta masyarakat tempat mereka mengabdi,” tambahnya.

Menguatkan Tradisi Keilmuan Pesantren

Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Umsida, Dr Eni Fariyatul Fahyuni MPdI, menjelaskan bahwa kemampuan membaca kitab menjadi salah satu kompetensi penting bagi calon penerima Beasiswa LPPD Jawa Timur.

“Tes membaca kitab tidak semata-mata untuk menentukan siapa yang lolos dan tidak lolos. Tahapan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengetahui kemampuan dirinya dan terus meningkatkan penguasaan terhadap literatur keislaman,” jelasnya.

Menurut Dr Eni, semangat belajar peserta terlihat dari kesiapan mereka dalam membaca, menjawab pertanyaan penguji, memperbaiki kesalahan bacaan, dan menjelaskan kandungan teks berdasarkan pemahaman yang dimiliki.

Ia menilai bahwa persaingan dalam memperoleh beasiswa harus dimaknai sebagai kompetisi sehat. Setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan, integritas, motivasi, dan komitmennya.

“Penerima beasiswa diharapkan memiliki keseimbangan antara kemampuan keislaman, potensi akademik, pengalaman pengabdian, dan kesiapan mengikuti perkuliahan pada jenjang magister,” ungkapnya.

Penilaian Dilakukan Berdasarkan Indikator
Dok: Istimewa

Anggota tim seleksi, Dr Dzulfikar Akbar Ramadlon MUd, menerangkan bahwa penilaian tes Kitab Fathul Mu’in dilakukan berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan.

Indikator tersebut meliputi kelancaran membaca, ketepatan pemberian harakat, penerapan kaidah nahwu dan sharaf, kemampuan menerjemahkan, serta pemahaman terhadap isi bacaan.

“Peserta menunjukkan semangat yang sangat baik. Ada yang telah memiliki kemampuan membaca kitab dengan lancar dan ada pula yang masih membutuhkan penguatan. Namun, seluruh peserta berusaha menyelesaikan tes dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.

Dr Dzulfikar menambahkan, Kitab Fathul Mu’in merupakan salah satu rujukan yang dikenal dalam tradisi pendidikan pesantren. Karena itu, kemampuan membaca dan memahami kitab menjadi bagian penting dalam mengukur kompetensi dasar calon penerima beasiswa.

Selain tes kitab, wawancara potensi akademik digunakan untuk menggali motivasi studi, pengalaman profesional, kemampuan menyampaikan gagasan, kesiapan mengikuti perkuliahan, serta rencana kontribusi peserta setelah menyelesaikan pendidikan.

Berdasarkan hasil seleksi internal, sebanyak 28 peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan berikutnya pada 9 Agustus 2026. Pada seleksi akhir tersebut akan ditentukan 15 peserta terbaik sebagai penerima Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026.

Kelancaran kegiatan turut didukung oleh Tim Admisi Pascasarjana Umsida yang membantu pemeriksaan berkas, registrasi, pengaturan ruang dan jadwal, pendampingan peserta, dokumentasi, serta rekapitulasi hasil penilaian.

Baca Juga: KKN T 19 dan 20 Umsida Ajak Siswa Mengenal Sampah Organik, Plastik, hingga B3 Melalui Bank Sampah

Pascasarjana Umsida berharap proses seleksi ini dapat mendorong peserta untuk terus memperkuat kemampuan keislaman dan akademik. Penerima beasiswa nantinya diharapkan memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan dampak nyata bagi pesantren, madrasah diniyah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Bertita Terkini

Antusias Ikuti Seleksi, 28 Peserta Beasiswa LPPD Jatim Lolos Tahap 1
August 5, 2026By
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Guru Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat
August 4, 2026By
Dr Netti Lastiningsih Tegaskan Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital
August 1, 2026By
Dr Erna Yayuk: Numerasi Membantu Murid Mengambil Keputusan Tepat
July 31, 2026By
Ustaz Naruto Ajak Guru Terus Belajar di Era Digital
July 30, 2026By
Prof Hana Tegaskan Komitmen Pascasarjana Tingkatkan Kualitas Pendidikan
July 29, 2026By
28 Peserta Lolos Seleksi Internal Beasiswa LPPD Jatim 2026
July 28, 2026By
MPD Umsida dan KKG Waru Perkuat Literasi Numerasi Guru
July 27, 2026By

Prestasi

Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Paper Terbaik di University Malaya
June 16, 2026By
Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Juara 1 Creativity Competition di Universiti Malaya
June 14, 2026By

Kegiatan

Antusias Ikuti Seleksi, 28 Peserta Beasiswa LPPD Jatim Lolos Tahap 1
August 5, 2026By
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Guru Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat
August 4, 2026By
Dr Netti Lastiningsih Tegaskan Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital
August 1, 2026By
Dr Erna Yayuk: Numerasi Membantu Murid Mengambil Keputusan Tepat
July 31, 2026By
Ustaz Naruto Ajak Guru Terus Belajar di Era Digital
July 30, 2026By
Prof Hana Tegaskan Komitmen Pascasarjana Tingkatkan Kualitas Pendidikan
July 29, 2026By
28 Peserta Lolos Seleksi Internal Beasiswa LPPD Jatim 2026
July 28, 2026By
MPD Umsida dan KKG Waru Perkuat Literasi Numerasi Guru
July 27, 2026By
BWINBET365