Pasca.umsida.ac.id – Sebanyak 28 peserta dinyatakan lolos seleksi internal calon penerima Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur 2026 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga: Ubah Limbah Kotoran Ternak Jadi Energi, Ini Inovasi KKN T 9 Umsida di Desa Jenggot
Sejak proses registrasi dimulai, para peserta menunjukkan antusiasme dan kesungguhan dalam mengikuti seluruh rangkaian seleksi. Mereka menjalani pemeriksaan dokumen, tes membaca Kitab Fathul Mu’in, hingga Tes Potensi Akademik (TPA) melalui wawancara secara tertib.
Sebagian besar peserta merupakan guru, ustaz dan ustazah, pengelola pesantren, madrasah diniyah, tenaga kependidikan, serta penggerak kegiatan keagamaan di masyarakat. Mereka mengikuti seleksi dengan harapan dapat melanjutkan pendidikan magister dan meningkatkan kapasitas dalam mengembangkan lembaga masing-masing.
Program Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026 sebelumnya diikuti oleh 49 pendaftar. Setelah melalui proses seleksi administrasi dan verifikasi dokumen oleh LPPD Jawa Timur, sebanyak 33 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi internal di Pascasarjana Umsida.
Berdasarkan hasil penilaian tim seleksi, sebanyak 28 peserta dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Agustus 2026. Dari tahapan tersebut, akan dipilih 15 peserta terbaik sebagai penerima Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026.
Peserta Tunjukkan Motivasi Melanjutkan Studi

Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Umsida, Dr Eni Fariyatul Fahyuni MPdI, mengatakan bahwa antusiasme peserta tidak hanya terlihat dari jumlah pendaftar, tetapi juga dari kesungguhan mereka selama mengikuti proses seleksi.
“Para peserta terlihat sangat antusias dan memiliki motivasi yang kuat untuk melanjutkan studi. Mereka mampu menjelaskan pengalaman pengabdian, permasalahan yang dihadapi lembaganya, serta rencana kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan magister,” ujarnya.
Menurut Dr Eni, seleksi internal tidak hanya bertujuan mencari peserta yang memiliki kemampuan akademik. Tim seleksi juga memperhatikan integritas, kesiapan belajar, komitmen menyelesaikan studi, serta kepedulian peserta terhadap pengembangan pendidikan Islam.
Dalam sesi wawancara, peserta menyampaikan latar belakang pendidikan dan pekerjaan, pengalaman mengelola lembaga, persoalan yang dihadapi di lingkungan pesantren maupun madrasah diniyah, serta gagasan yang ingin diterapkan setelah menempuh pendidikan magister.
“Melalui tes membaca Kitab Fathul Mu’in dan wawancara potensi akademik, tim seleksi berusaha memperoleh gambaran yang utuh mengenai kemampuan, pengalaman, motivasi, dan kesiapan peserta,” jelasnya.
Ia mengingatkan peserta yang dinyatakan lolos agar mempersiapkan diri secara optimal menghadapi seleksi lanjutan pada 9 Agustus 2026.
Seleksi Mengukur Kemampuan dan Kesiapan Peserta

Anggota tim seleksi, Dr Dzulfikar Akbar Ramadlon MUd, menjelaskan bahwa tes membaca Kitab Fathul Mu’in digunakan untuk mengukur kemampuan dasar peserta dalam membaca, memahami, dan menjelaskan isi kitab.
“Peserta mengikuti tes dengan penuh kesungguhan. Penilaian tidak hanya berfokus pada kelancaran membaca, tetapi juga ketepatan bacaan, pemahaman terhadap teks, serta kemampuan menjelaskan kandungan yang dibaca,” terangnya.
Sementara itu, TPA melalui wawancara digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir, kesiapan mengikuti perkuliahan, pengalaman profesional, motivasi studi, dan komitmen peserta dalam menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, latar belakang pengabdian peserta yang beragam menjadi bagian penting dalam proses penilaian. Peserta tidak hanya menyampaikan keinginan melanjutkan studi, tetapi juga menunjukkan kontribusi yang telah dilakukan di pesantren, madrasah diniyah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat.
“Setiap peserta memiliki pengalaman dan latar belakang pengabdian yang berbeda. Hal tersebut menjadi kekuatan karena mereka dapat menunjukkan kontribusi nyata yang telah dilakukan di lembaga masing-masing,” tambahnya.
Umsida Dukung Pengembangan SDM Pesantren
Direktur Program Pascasarjana Umsida, Prof Hana Catur Wahyuni ST MT IPM, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa program beasiswa tersebut dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya sumber daya manusia yang aktif dalam pengembangan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam.
“Program beasiswa ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan magister, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pesantren dan madrasah diniyah,” jelasnya.
Ia berharap penerima beasiswa nantinya dapat menjalani proses perkuliahan dengan penuh tanggung jawab serta mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan lembaga masing-masing.
Pascasarjana Umsida, lanjutnya, berkomitmen memberikan layanan akademik yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Para penerima beasiswa diharapkan mampu menjadi pemimpin dan penggerak perubahan di lingkungan pesantren, madrasah diniyah, dan lembaga pendidikan Islam.
Kelancaran seleksi turut didukung oleh Tim Admisi Pascasarjana Umsida yang membantu proses registrasi, pengecekan dokumen, pengaturan jadwal dan ruang seleksi, pendampingan peserta, dokumentasi, serta rekapitulasi hasil penilaian.
Pascasarjana Umsida menyampaikan selamat kepada 28 peserta yang lolos seleksi internal. Mereka diharapkan terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami kitab, memperkuat wawasan akademik, serta menyiapkan rencana kontribusi untuk menghadapi seleksi akhir.
Baca Juga: MPD Umsida dan KKG Waru Perkuat Literasi Numerasi Guru
Melalui Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026, Pascasarjana Umsida berharap dapat berkontribusi melahirkan sumber daya manusia pesantren yang unggul, profesional, berintegritas, dan mampu mentransformasi lembaga pendidikan Islam secara berkelanjutan.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi












