Pasca.umsida.ac.id – Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Hidayatulloh MSi, mengajak mahasiswa baru Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 untuk menjalani pendidikan magister dengan sungguh-sungguh serta berani mengambil peluang akademik yang tersedia di Umsida.
Baca Juga: Fortama Perdana Pascasarjana Umsida 2026, Bekali 238 Mahasiswa Baru Memulai Perjalanan Magister
Pesan tersebut ia sampaikan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Forum Ta’aruf Mahasiswa Baru (Fortama) Program Pascasarjana Umsida, Ahad (13/9/2026). Sambutan Rektor disampaikan pada akhir rangkaian kegiatan karena pada pagi harinya ia masih menghadiri agenda lain.
Di hadapan mahasiswa baru, Dr Hidayatulloh menekankan bahwa status perguruan tinggi negeri maupun swasta bukan menjadi penentu utama keberhasilan seseorang.
“Sekarang tidak ada bedanya antara PTN dan PTS. Yang membedakan adalah siapa yang bersungguh-sungguh dan berhasil mengukir prestasi,” pesannya.
Mahasiswa Pascasarjana Didorong Perkuat Prestasi Umsida
Dr Hidayatulloh menjelaskan bahwa perkembangan Umsida dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari kontribusi dosen dan mahasiswa, termasuk mahasiswa program magister.
Sejak 2025, Umsida telah berada pada klaster mandiri, yakni klaster tertinggi dalam klasterisasi perguruan tinggi bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Di bidang publikasi dan riset, Umsida juga berada di peringkat keenam nasional dalam SINTA Score 3 Years 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan budaya riset dan publikasi di lingkungan universitas.
Menurut Rektor, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi mahasiswa baru Pascasarjana untuk ikut memberikan kontribusi.
Ia berharap mahasiswa dapat membangun kolaborasi bersama dosen dalam penelitian dan publikasi pada jurnal nasional maupun internasional.
“Ke depan kami berharap mahasiswa program Pascasarjana yang baru ini juga bisa memberikan support yang tidak kalah dengan kakak-kakak kelasnya,” ujarnya.
Bagi Dr Hidayatulloh, mahasiswa magister memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari peningkatan reputasi akademik universitas. Terlebih, proses pendidikan Pascasarjana membuka banyak ruang kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen melalui penelitian, publikasi, seminar, maupun berbagai forum akademik.
Kesempatan Mahasiswa Umsida Sama Besarnya
Selain capaian nasional, Dr Hidayatulloh juga menyinggung perkembangan reputasi Umsida di tingkat internasional.
Salah satunya melalui pemeringkatan Times Higher Education Sustainability Impact Rankings 2026, khususnya SDG 4 Quality Education. Umsida tercatat berada di peringkat 251 dunia dan urutan ke-15 nasional pada indikator tersebut.
Berbagai capaian itu, menurutnya, membuktikan bahwa mahasiswa Umsida memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi seperti mahasiswa di berbagai perguruan tinggi besar lainnya.
“Saudara-saudara sebagai mahasiswa Umsida itu tidak ada bedanya dengan mahasiswa UGM. Yang membedakan adalah siapa yang bersungguh-sungguh dan berhasil mengukir prestasi,” tegasnya.
Ia turut mencontohkan berbagai capaian mahasiswa Umsida dalam kompetisi nasional dan internasional sebagai bukti bahwa prestasi dapat diraih selama mahasiswa memiliki kemauan, kesungguhan, dan konsistensi.
Karena itu, mahasiswa Pascasarjana diharapkan tidak hanya berorientasi menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga berani memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesional.
Luring atau Daring, Keseriusan Tetap Menjadi Kunci
Dalam pesannya, Rektor juga memberikan perhatian kepada sistem pembelajaran Pascasarjana yang dapat diikuti secara luring maupun daring.
Menurutnya, perbedaan moda pembelajaran tidak seharusnya menjadi alasan bagi mahasiswa untuk tidak aktif mengikuti perkuliahan.
“Tidak ada bedanya yang luring dengan yang daring. Yang daring pun ketika mengikuti perkuliahan harus serius. Jangan hanya membuka Zoom, gambarnya dipasang, tetapi orangnya tidak ada,” pesannya.
Berdasarkan pengalamannya mengajar, mahasiswa yang mengikuti kelas secara daring tetap dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Karena itu, keberhasilan mahasiswa sangat bergantung pada komitmen untuk menjalani setiap proses pendidikan dengan sungguh-sungguh.
Mengakhiri arahannya, Dr Hidayatulloh kembali menekankan nilai kesungguhan sebagai bekal utama mahasiswa menempuh jenjang magister.
Baca Juga:
Ia berharap Fortama menjadi awal bagi mahasiswa Pascasarjana Umsida untuk membangun semangat belajar, memperluas jejaring, meningkatkan kemampuan riset, serta menghasilkan prestasi yang tidak hanya berdampak bagi diri sendiri, tetapi juga bagi universitas dan masyarakat.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi















