Magister Inovasi Sistem dan Teknologi Umsida Bahas Industri Berkelanjutan Lewat Podcast Akademik

Pasca.umsida.ac.id— Program Studi Magister Inovasi Sistem dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ( MIST Umsida) menghadirkan ruang pembelajaran inovatif melalui kegiatan podcast akademik yang digelar di Ruang Podcast Umsida, Rabu (11/6/2026).

Baca Juga: Magister Manajemen Umsida Jajaki Kerja Sama dengan Pemkot Probolinggo

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik yang mempertemukan dosen, mahasiswa, dan praktisi dalam membahas isu industri berkelanjutan, inovasi teknologi, digitalisasi, serta penguatan daya saing industri.

Dok: Istimewa

Podcast tersebut menghadirkan Dr Ir Izza Anshory ST MT selaku Kaprodi dan Mohamad Safi’i, mahasiswa MIST Umsida sekaligus praktisi yang memiliki pengalaman langsung di dunia kerja dan industri.

Kehadirannya memberikan perspektif nyata tentang bagaimana tantangan industri dapat dibaca, dianalisis, dan dihubungkan dengan pengembangan inovasi sistem dan teknologi.

Kaprodi MIST Umsida, Dr Ir Izza Anshory ST MT, menjelaskan bahwa podcast akademik menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa magister saat ini.

“Melalui podcast akademik ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih terbuka, komunikatif, dan dekat dengan persoalan nyata di dunia industri. Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga diajak membaca tantangan industri dan merumuskan solusi berbasis inovasi sistem dan teknologi,” ujar Prof Izza.

Menghubungkan Akademik dan Praktik Industri

Menurut Kaprodi MIST Umsida ini, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu merespons perubahan industri modern. Dunia kerja saat ini bergerak cepat dan menuntut kemampuan adaptasi yang kuat, terutama dalam bidang teknologi, sistem, dan inovasi.

Industri masa kini tidak hanya dituntut untuk produktif dan menguntungkan. Lebih dari itu, industri juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi secara tepat, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Kegiatan podcast ini menjadi salah satu bentuk penguatan pembelajaran magister yang menghubungkan aspek akademik, praktik industri, riset terapan, dan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses penciptaan gagasan dan solusi.

“Pembelajaran di tingkat magister harus mampu menghubungkan ilmu dengan praktik. Karena itu, kami terus mendorong kegiatan yang memberi ruang kepada mahasiswa untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan menyampaikan gagasan secara kritis,” tambahnya.

Mahasiswa Praktisi Berbagi Pengalaman Lapangan

Sebagai mahasiswa sekaligus praktisi, Mohamad Safi’i menilai bahwa kegiatan podcast akademik memberi ruang penting untuk membahas persoalan industri secara lebih terbuka. Menurutnya, pengalaman di lapangan dapat menjadi bahan refleksi akademik yang bermanfaat bagi mahasiswa lain.

“Di dunia industri, tantangan yang dihadapi sangat dinamis. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca masalah, memahami kebutuhan industri, dan menawarkan solusi yang aplikatif melalui pendekatan teknologi dan inovasi,” ungkap Mohamad Safi’i.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran di MIST Umsida membantunya melihat persoalan industri dari sudut pandang yang lebih sistematis. Pengalaman praktis yang dimiliki dapat dipadukan dengan pendekatan akademik agar menghasilkan gagasan yang lebih terarah.

“Sebagai praktisi, saya merasakan bahwa inovasi tidak cukup hanya berupa ide. Inovasi harus bisa diterapkan, menjawab kebutuhan, dan memberi dampak bagi industri maupun masyarakat,” jelasnya.

Selaras dengan SDGs Poin 9

Diskusi dalam podcast akademik ini juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9, yaitu Industry, Innovation, and Infrastructure. Isu tersebut menekankan pentingnya pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan, penguatan infrastruktur, serta pengembangan inovasi.

Melalui tema tersebut, MIST Umsida menegaskan bahwa inovasi, teknologi, dan sistem yang adaptif menjadi pilar penting dalam membangun industri yang tangguh. Digitalisasi tidak hanya dipahami sebagai penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga sebagai proses transformasi cara berpikir, cara bekerja, dan cara menyelesaikan persoalan industri.

Podcast ini juga menjadi media pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta membaca persoalan industri dari berbagai sudut pandang.

Model pembelajaran seperti ini sejalan dengan karakter pendidikan magister yang menuntut mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan.

Cetak Lulusan Adaptif dan Inovatif

MIST Umsida terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Proses belajar tidak hanya dilakukan melalui perkuliahan, tugas, dan ujian, tetapi juga melalui forum diskusi, podcast, sharing session, kuliah tamu, kolaborasi riset, serta keterlibatan langsung dengan praktisi dan dunia industri.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan ruang untuk mengasah kemampuan komunikasi, analisis masalah, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan. Kompetensi ini menjadi penting bagi lulusan magister yang diharapkan mampu berperan sebagai inovator, konsultan teknologi, technopreneur, pemimpin perubahan, maupun penggerak transformasi industri berkelanjutan.

Selain sebagai media pembelajaran, podcast akademik ini juga menjadi sarana literasi publik. Masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya studi lanjut, inovasi teknologi, serta pembangunan industri berkelanjutan.

Baca Juga: Dari Kasus Kekerasan di Daycare, Dosen Umsida Beri Tips Memilih Tempat Asuh

Dengan pendekatan pembelajaran yang kolaboratif dan relevan dengan kebutuhan industri, MIST Umsida berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik, memiliki wawasan praktis, serta mampu berkontribusi dalam membangun industri yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Bertita Terkini

Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida Perkuat Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran
September 22, 2026By
Rapat Dosen Pascasarjana Umsida Perkuat Transformasi Pembelajaran Digital dan Layanan Akademik
September 18, 2026By
Prof Hana: Pascasarjana Umsida Tak Hanya Kuatkan Akademik, tetapi Juga Kepercayaan Diri Mahasiswa
September 14, 2026By
Rektor Umsida kepada Maba Pascasarjana: PTN dan PTS Bukan Pembeda, Kesungguhan yang Menentukan Prestasi
September 14, 2026By
Fortama Perdana Pascasarjana Umsida 2026, Bekali 238 Mahasiswa Baru Memulai Perjalanan Magister
September 14, 2026By
Mahasiswa S2 MPI Umsida Penerima Beasiswa Madin 2026 Ikuti Studium Generale Pemprov Jatim
September 12, 2026By
MIST Umsida Laksanakan Audit Mutu Internal untuk Perkuat Budaya Penjaminan Mutu Akademik
September 2, 2026By
15 Mahasiswa S2 MPI Umsida Raih Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026, Perkuat Kader Pendidikan Islam
September 1, 2026By

Prestasi

Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Paper Terbaik di University Malaya
June 16, 2026By
Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Juara 1 Creativity Competition di Universiti Malaya
June 14, 2026By

Kegiatan

Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida Perkuat Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran
September 22, 2026By
Rapat Dosen Pascasarjana Umsida Perkuat Transformasi Pembelajaran Digital dan Layanan Akademik
September 18, 2026By
Rektor Umsida kepada Maba Pascasarjana: PTN dan PTS Bukan Pembeda, Kesungguhan yang Menentukan Prestasi
September 14, 2026By
Fortama Perdana Pascasarjana Umsida 2026, Bekali 238 Mahasiswa Baru Memulai Perjalanan Magister
September 14, 2026By
Mahasiswa S2 MPI Umsida Penerima Beasiswa Madin 2026 Ikuti Studium Generale Pemprov Jatim
September 12, 2026By
MIST Umsida Laksanakan Audit Mutu Internal untuk Perkuat Budaya Penjaminan Mutu Akademik
September 2, 2026By
Magister Ilmu Komunikasi UMSIDA dan UMJ Jalin Kerja Sama Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi
August 27, 2026By
Lolos Tahap I, Peserta Beasiswa LPPD Jatim Jalani Uji Kitab di Umsida
August 10, 2026By