Pasca.umsida.ac.id — Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PPS Umsida) memperkuat kerja sama dengan SD Islam Integral Luqman Al-Hakim Batam melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), Rabu (18/6/2026).
Baca Juga: Pascasarjana Umsida Perkuat Kompetensi Guru SD Islam Integral Luqman Al-Hakim 02 Batam
Kegiatan yang berlangsung di Batam ini juga dirangkaikan dengan pendampingan manajemen sumber daya manusia (SDM), penguatan tata kelola lembaga, serta sosialisasi keunggulan dan skema beasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) Umsida.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis Pascasarjana UMSIDA dalam memperluas kemitraan dengan lembaga pendidikan Islam, khususnya di Kota Batam.
Fokusnya adalah penguatan profesionalisme guru, peningkatan kapasitas SDM, dan pengembangan tata kelola sekolah dasar Islam yang adaptif terhadap tantangan pendidikan era digital.
Perkuat Kemitraan Pendidikan Islam
SD Islam Integral Luqman Al-Hakim Batam merupakan salah satu sekolah dasar Islam yang terus berkembang dan mendapat kepercayaan masyarakat.
Saat ini, sekolah tersebut memiliki sekitar 650 peserta didik.
Jumlah tersebut menjadi amanah besar bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, kualitas pembelajaran, dan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri Kepala SD Islam Integral Luqman Al-Hakim Batam Muhammad Maulana MPd beserta para guru.
Kehadiran para pendidik menunjukkan komitmen sekolah dalam memperkuat kualitas guru sebagai pendidik profesional sekaligus penggerak mutu lembaga.
Plt Direktur Pascasarjana sekaligus Wakil Rektor I Umsida Prof Dr Hana Catur Wahyuni ST MT IPM menyampaikan bahwa perguruan tinggi perlu hadir sebagai mitra strategis bagi sekolah.
“Pascasarjana Umsida terus mendorong kolaborasi dengan sekolah-sekolah Islam. Kerja sama ini bukan hanya soal dokumen, tetapi tentang bagaimana perguruan tinggi dapat mendampingi sekolah dalam pengembangan guru, kepemimpinan pendidikan, inovasi pembelajaran, dan tata kelola lembaga,” ujarnya.
Penandatanganan MoU dan MoA menjadi payung formal kerja sama antara UMSIDA dan SD Islam Integral Luqman Al-Hakim Batam.
Ruang lingkupnya meliputi pengembangan pendidikan, pelatihan, pendampingan guru, penguatan manajemen SDM, tata kelola mutu sekolah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga fasilitasi studi lanjut bagi guru melalui S2 MPI Umsida.
Guru sebagai Aset Strategis Sekolah
Dalam kegiatan tersebut, Dr Ida Rindaningsih MPd memberikan materi tentang penguatan manajemen SDM dan tata kelola lembaga.
Ia menekankan bahwa sekolah yang terus berkembang membutuhkan sistem manajemen yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan.
“Mutu lembaga tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program, tetapi oleh kemampuan sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan menindaklanjuti program secara konsisten,” jelasnya.
Menurutnya, guru merupakan aset strategis lembaga pendidikan.
Karena itu, sekolah perlu memiliki pola pembinaan guru, evaluasi kinerja, pengembangan kompetensi, serta budaya kerja yang mendorong pendidik terus bertumbuh sesuai kebutuhan zaman.
Dr Ida juga menegaskan bahwa penguatan tata kelola harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas guru.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya mampu menjalankan program rutin, tetapi juga membangun sistem mutu yang berdampak pada pembelajaran dan perkembangan peserta didik.
Sementara itu, Dr Eni Fariyatul Fahyuni MPdI memberikan penguatan tentang kompetensi guru di era digital sekaligus mengenalkan keunggulan Program Studi S2 MPI Umsida.
Ia menyampaikan bahwa guru sekolah dasar Islam masa kini perlu memiliki kompetensi yang lebih luas.
“Guru tidak cukup hanya mengajar. Guru juga perlu mampu mengelola pembelajaran inovatif, memanfaatkan teknologi, membangun komunikasi efektif, serta menjadi teladan dan penggerak perubahan di sekolah,” ungkapnya.
Buka Peluang Studi Lanjut Guru
Dalam sosialisasinya, Dr Eni menjelaskan bahwa S2 MPI Umsida relevan bagi guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, maupun pengelola lembaga pendidikan Islam.
Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan pendidikan, manajemen mutu, pengembangan SDM, supervisi, tata kelola lembaga, inovasi pendidikan, dan transformasi kelembagaan pendidikan Islam.
Tim Pascasarjana Umsida juga menyampaikan berbagai skema beasiswa yang dapat dimanfaatkan guru.
Selain itu, skema kemitraan dan kelas komunitas diperkenalkan sebagai peluang bagi sekolah apabila terdapat guru yang ingin melanjutkan studi secara kolektif.
Kepala SD Islam Integral Luqman Al-Hakim Batam Muhammad Maulana MPd menyambut positif kegiatan tersebut.
Ia menilai penguatan kompetensi guru menjadi kebutuhan mendesak bagi sekolah, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan mutu pendidikan yang semakin tinggi.
“Kehadiran Pascasarjana Umsida memberi energi baru bagi guru-guru kami. Kegiatan ini membuka wawasan tentang manajemen SDM, tata kelola lembaga, sekaligus peluang konkret bagi guru untuk melanjutkan studi magister,” tuturnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat berlanjut dalam program yang lebih aplikatif, seperti coaching guru, mini class, penguatan pembelajaran digital, pendampingan tata kelola mutu, dan pengembangan kepemimpinan guru.
Forum berlangsung dialogis dan interaktif.
Para guru berdiskusi mengenai tantangan pembelajaran digital, penguatan karakter peserta didik, kebutuhan pengembangan kompetensi, serta peluang studi lanjut melalui beasiswa S2 MPI Umsida.
Baca Juga: Dunia Kerja Global Terbuka, Wamen P2MI Beri Bekal agar Lulusan Siap Kerja
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UmsidA berharap kolaborasi dengan SD Islam Integral Luqman Al-Hakim Batam menjadi awal kerja sama berkelanjutan dalam melahirkan guru-guru pemimpin, penggerak mutu, dan transformator lembaga pendidikan Islam.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi
















