Dr Erna Yayuk: Numerasi Membantu Murid Mengambil Keputusan Tepat

Pasca.umsida.ac.id — Kemampuan numerasi tidak berhenti pada aktivitas menghitung atau mengerjakan soal matematika. Numerasi harus membantu murid memahami informasi, memecahkan persoalan, dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Dorong Dosen Perkuat Riset dan Inovasi, Umsida Hadirkan Kepala BRIN

Hal tersebut disampaikan Dr Erna Yayuk SPd MPd saat menjadi narasumber pertama dalam Kuliah Tamu dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di Aula Mas Mansyur lantai 7 Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan kolaborasi Program Studi Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana Umsida dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Waru itu mengangkat tema “Transformasi Pembelajaran Berbasis Literasi dan Numerasi di Era Digital.”

Dr Erna Yayuk merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Saat ini, ia tercatat sebagai Ketua Program Studi Magister Pedagogi UMM dan juga aktif sebagai dosen Pendidikan Profesi Guru FKIP UMM.

Numerasi Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Mengawali materinya, Dr Erna mengajak para guru merefleksikan kembali praktik pembelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah. Menurutnya, capaian pembelajaran yang belum memuaskan seharusnya tidak hanya menjadi angka, tetapi menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pendidik.

“Apa yang salah dengan pengajaran kita? Itu yang harus kita pertanyakan, baik bagi pendidik di tingkat sekolah dasar, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan pendidikan tidak cukup hanya dipikirkan dan didiskusikan. Hasil refleksi harus diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam pembelajaran.

“Pekerjaan rumah kita sebagai pendidik masih perlu terus ditingkatkan dan dipikirkan. Jangan hanya dipikirkan, tetapi juga dilaksanakan,” lanjutnya.

Dr Erna kemudian memberikan contoh sederhana mengenai perbandingan harga telur di dua toko. Selisih harga yang terlihat kecil dapat memengaruhi keputusan seseorang, terutama jika pembelian dilakukan secara rutin.

“Ketika kita berbicara numerasi, bukan hanya murid yang harus mampu mengambil keputusan. Kita semuanya juga harus bisa memutuskan sesuatu secara tepat,” jelasnya.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa numerasi berkaitan langsung dengan cara seseorang mempertimbangkan pilihan, memahami selisih, memperkirakan pengeluaran, dan menentukan tindakan berdasarkan informasi yang tersedia.

Dibutuhkan dalam Berbagai Profesi

Dr Erna menjelaskan bahwa kemampuan numerasi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja. Murid dapat memilih beragam profesi ketika dewasa, mulai dari guru, dokter, arsitek, pejabat publik, hingga pekerjaan lain yang belum ada saat ini.

“Di semua lini profesi, numerasi sangat berkaitan dan sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia mencontohkan petunjuk penggunaan obat bertuliskan tiga kali satu. Orang yang tidak memahami informasi numerik dapat keliru mengartikannya sebagai tiga tablet yang diminum sekaligus. Kesalahan tersebut dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Kemampuan membaca tabel hasil pemeriksaan kesehatan juga membutuhkan numerasi. Seseorang perlu memahami angka, batas normal, dan hubungan antardata agar tidak salah menafsirkan kondisi tubuhnya.

Karena itu, pembelajaran numerasi seharusnya disampaikan melalui persoalan yang dekat dengan pengalaman murid. Guru tidak cukup memberikan rumus, tetapi perlu membantu murid memahami alasan sebuah konsep digunakan dan manfaatnya dalam kehidupan.

Biasakan Pertanyaan Terbuka dan Gunakan AI Secara Bijak

Dalam menjelaskan konsep pecahan, Dr Erna menunjukkan bahwa murid dapat memberikan jawaban berbeda sesuai cara berpikir dan pengalaman mereka.

Ketika ditanya mengenai pecahan, seorang murid dapat mengartikannya sebagai piring yang pecah. Jawaban tersebut tidak harus langsung dinilai salah. Guru perlu menggali alasan dan konteks yang digunakan murid sebelum mengarahkannya pada pengertian pecahan dalam matematika.

“Biasakan memberikan pertanyaan kepada anak dalam bentuk pertanyaan terbuka yang tidak selalu membutuhkan satu jawaban,” pesannya.

Pertanyaan terbuka atau open-ended dapat membantu guru mengetahui proses berpikir murid. Guru juga dapat menganalisis apakah jawaban yang diberikan sesuai dengan konteks pertanyaan atau masih membutuhkan penguatan konsep.

Selain memahami konsep matematika, murid perlu dibiasakan membaca grafik, data statistik, tabel pertumbuhan penduduk, maupun informasi lain yang ditemui di ruang digital.

Dr Erna turut menyinggung penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Menurutnya, murid boleh memanfaatkan AI, tetapi hasil yang diberikan tidak boleh langsung disalin tanpa diperiksa.

Pengguna harus mampu menyusun perintah yang jelas, berdiskusi kembali ketika jawaban AI tidak sesuai, serta tetap menggunakan penalarannya sendiri dalam menentukan hasil akhir.

“Jangan sampai kita bertanya kepada AI, kemudian jawabannya langsung dipakai. Penggunanya tetap harus berpikir dan menggunakan AI secara bijak,” tegasnya.

Baca Juga: Dr Netti Lastiningsih Tegaskan Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital

Ia menutup materi dengan mengingatkan bahwa numerasi merupakan kompetensi dasar yang menjadi fondasi pembelajaran sepanjang hayat. Karena itu, guru perlu menghadirkannya melalui pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan mendorong murid aktif berpikir.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Bertita Terkini

Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida Perkuat Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran
September 22, 2026By
Rapat Dosen Pascasarjana Umsida Perkuat Transformasi Pembelajaran Digital dan Layanan Akademik
September 18, 2026By
Prof Hana: Pascasarjana Umsida Tak Hanya Kuatkan Akademik, tetapi Juga Kepercayaan Diri Mahasiswa
September 14, 2026By
Rektor Umsida kepada Maba Pascasarjana: PTN dan PTS Bukan Pembeda, Kesungguhan yang Menentukan Prestasi
September 14, 2026By
Fortama Perdana Pascasarjana Umsida 2026, Bekali 238 Mahasiswa Baru Memulai Perjalanan Magister
September 14, 2026By
Mahasiswa S2 MPI Umsida Penerima Beasiswa Madin 2026 Ikuti Studium Generale Pemprov Jatim
September 12, 2026By
MIST Umsida Laksanakan Audit Mutu Internal untuk Perkuat Budaya Penjaminan Mutu Akademik
September 2, 2026By
15 Mahasiswa S2 MPI Umsida Raih Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026, Perkuat Kader Pendidikan Islam
September 1, 2026By

Prestasi

Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Paper Terbaik di University Malaya
June 16, 2026By
Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Juara 1 Creativity Competition di Universiti Malaya
June 14, 2026By

Kegiatan

Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida Perkuat Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran
September 22, 2026By
Rapat Dosen Pascasarjana Umsida Perkuat Transformasi Pembelajaran Digital dan Layanan Akademik
September 18, 2026By
Rektor Umsida kepada Maba Pascasarjana: PTN dan PTS Bukan Pembeda, Kesungguhan yang Menentukan Prestasi
September 14, 2026By
Fortama Perdana Pascasarjana Umsida 2026, Bekali 238 Mahasiswa Baru Memulai Perjalanan Magister
September 14, 2026By
Mahasiswa S2 MPI Umsida Penerima Beasiswa Madin 2026 Ikuti Studium Generale Pemprov Jatim
September 12, 2026By
MIST Umsida Laksanakan Audit Mutu Internal untuk Perkuat Budaya Penjaminan Mutu Akademik
September 2, 2026By
Magister Ilmu Komunikasi UMSIDA dan UMJ Jalin Kerja Sama Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi
August 27, 2026By
Lolos Tahap I, Peserta Beasiswa LPPD Jatim Jalani Uji Kitab di Umsida
August 10, 2026By