Pascasarjana.umsida.ac.id – Dua dosen Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Poppy Febriana MMedKom dan Nur Maghfirah Aesthetika MMedKom, mengikuti kegiatan International Community Service atau Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Balai Operasi KRT Taman Eka Matahari, Malaysia, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: Riset MIST Umsida Kembangkan Deteksi Deepfake Berbasis AI Berakurasi Tinggi
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Global Media and Communication Bootcamp (GMCB) 2026 yang mempertemukan akademisi dan peserta dari berbagai institusi pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, para peserta mempelajari secara langsung praktik pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh komunitas lokal di Malaysia. Program tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, komunikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Peserta tidak hanya menerima pemaparan secara teoritis, tetapi juga mengamati bagaimana masyarakat mengelola sumber daya lokal menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial.
Kunjungan internasional tersebut menjadi pengalaman penting bagi dosen Pascasarjana Umsida dalam memahami berbagai pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi komunitas yang telah diterapkan di negara lain.
Pelajari Program RT Progresif Taman Eka Matahari
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Projek RT Progresif Taman Eka Matahari. Program pemberdayaan masyarakat ini mengintegrasikan sektor akuakultur dan pertanian melalui budidaya ikan keli atau lele serta penanaman cili bara.
Program tersebut dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif yang dikelola secara kolektif.
Selain menghasilkan keuntungan ekonomi, Projek RT Progresif Taman Eka Matahari diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, memperkuat kerja sama antarwarga, dan menyediakan sumber pangan berkualitas bagi komunitas setempat.
Budidaya ikan keli dipilih karena memiliki masa panen yang relatif cepat, mudah dikelola, serta mempunyai permintaan pasar yang cukup tinggi. Sementara itu, cili bara menjadi salah satu komoditas bernilai ekonomi yang dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Pengelola program menjelaskan tahapan pelaksanaan kegiatan, mulai dari perencanaan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan operasional, hingga strategi pemasaran hasil produksi.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalankan program serta strategi yang diterapkan untuk mempertahankan keberlanjutannya.
Setelah mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, peserta melakukan kunjungan lapangan ke lokasi budidaya ikan keli. Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat mengamati proses pemeliharaan ikan sekaligus memahami sistem pengelolaan program yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat.
Perkuat Perspektif Pengabdian Masyarakat Internasional
Bagi dosen Magister Ilmu Komunikasi Umsida, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai praktik pengabdian masyarakat berbasis komunitas di tingkat internasional.
Model pemberdayaan yang diterapkan di Taman Eka Matahari dapat menjadi salah satu referensi dalam merancang program pengabdian yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya bergantung pada ketersediaan dana, fasilitas, atau sumber daya alam. Kemampuan masyarakat dalam membangun komunikasi, kolaborasi, dan partisipasi yang berkelanjutan turut menjadi faktor penentu.
Pelibatan masyarakat sejak tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap program. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai pengelola dan penggerak utama kegiatan.
Dalam perspektif komunikasi pembangunan, komunikasi yang terbuka dan partisipatif diperlukan agar masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan, mengembangkan gagasan, serta terlibat aktif dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungannya.
Melalui International Community Service ini, Pascasarjana Umsida tidak hanya memperluas jejaring akademik internasional, tetapi juga memperkuat komitmen dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dan memberikan dampak nyata.
Baca Juga: Berangkatkan 955 Mahasiswa, KKN Umsida Siap Implementasikan Kampus Berdampak
Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan di Malaysia diharapkan dapat menginspirasi pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang lebih inovatif, kolaboratif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Penulis: Syafiqa Azwa Lysandra












