S2 MPI Umsida Perkuat Mutu Pendidikan Islam di Al Ishlah Karimun

Pasca.umsida.ac.id – Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (S2 MPI Umsida) mendorong penguatan mutu, tata kelola, dan inovasi pembelajaran di lingkungan Yayasan Al Ishlah Karimun.

Dok: Istimewa

Baca Juga: Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Paper Terbaik di University Malaya

Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia bagi guru bertema “SDM Unggul, Sekolah Tangguh: Mendesain Pembelajaran Inovatif dan Bermakna.” Kegiatan ini digelar di Kepulauan Karimunjawa pada Rabu (17/6/2026).

Yayasan Al Ishlah Karimun menaungi tiga jenjang satuan pendidikan, yakni TK IT Cendekia Karimun, SD IT Cendekia Karimun, dan SMP IT Cendekia Karimun. Saat ini, lembaga tersebut melayani sekitar 1.000 peserta didik, terdiri atas sekitar 600 siswa SD, 285 siswa SMP, dan 110 siswa TK.

Jumlah peserta didik tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat. Namun, kondisi itu juga menjadi amanah besar bagi yayasan dan sekolah untuk terus memperkuat mutu layanan pendidikan Islam.

Ketua Yayasan Al Ishlah Karimun, Suryadi, menyampaikan bahwa penguatan SDM guru menjadi kebutuhan penting dalam menjaga kualitas lembaga pendidikan.

“Kepercayaan masyarakat ini harus kami jawab dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Karena itu, penguatan SDM guru menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Perkuat Manajemen SDM Guru
Dok:Istimewa

Kegiatan ini menghadirkan dua dosen Pascasarjana Umsida, yakni Dr Ida Rindaningsih SPd MPd dan Dr Eni Fariyatul Fahyuni SPsi MPdI. Keduanya memberikan penguatan tentang pentingnya pengelolaan SDM guru dalam meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam.

Dr Ida menjelaskan bahwa pelatihan guru tidak boleh berhenti pada kegiatan sesaat. Pelatihan perlu berlanjut pada praktik, refleksi, supervisi, coaching, dan tindak lanjut nyata di sekolah.

“Pelatihan yang baik bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi membantu guru berani memperbaiki cara mengajar, membaca kebutuhan siswa, dan merancang pembelajaran yang lebih bermakna,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pengembangan guru bukan sekadar urusan administrasi. Guru perlu dibimbing agar mampu menyusun pembelajaran yang berdampak, sesuai kebutuhan siswa, terintegrasi dengan nilai Islam, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Salah satu persoalan yang dibahas adalah rendahnya rasa percaya diri sebagian guru dalam menyusun perangkat ajar. Hal ini dapat terjadi karena guru takut salah format, terbiasa menyalin perangkat ajar, belum terbiasa membaca kebutuhan siswa, serta menganggap inovasi pembelajaran sebagai sesuatu yang rumit.

Kenalkan Model DESAIN
Dok: Istimewa

Sebagai solusi praktis, peserta dikenalkan dengan model DESAIN dalam menyusun pembelajaran inovatif. DESAIN terdiri atas enam langkah, yaitu Diagnosis, Eksplorasi, Susun, Aktifkan, Integrasikan, dan Nilai.

Pada tahap Diagnosis, guru diajak mengenali kebutuhan, minat, kemampuan awal, dan masalah belajar siswa. Tahap Eksplorasi mengarahkan guru menghubungkan materi dengan masalah nyata di sekitar siswa. Setelah itu, guru menyusun tujuan, aktivitas, dan asesmen pembelajaran yang relevan.

Tahap Aktifkan mendorong pembelajaran interaktif dan kolaboratif. Tahap Integrasikan mengajak guru memadukan nilai Islam, teknologi, dan konteks kehidupan nyata. Sementara itu, tahap Nilai menekankan pentingnya asesmen, refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

“Pembelajaran inovatif tidak harus mahal dan rumit. Yang paling penting adalah guru memahami kebutuhan siswa, lalu merancang pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan mereka,” kata Dr Ida.

Dalam sesi praktik, peserta menyusun rancangan pembelajaran berbasis kebutuhan siswa. Contoh yang dibahas antara lain pembelajaran nilai amanah melalui proyek pengurangan sampah plastik, matematika melalui data kantin atau infak kelas, serta adab digital melalui kasus penggunaan media sosial.

Dorong Budaya Mutu Sekolah
Dok:Istimewa

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai penggerak mutu. Kepala sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pengawas administratif, tetapi juga sebagai coach yang membantu guru menemukan solusi dan memperbaiki praktik pembelajaran.

Dr Eni menegaskan bahwa guru inovatif bukanlah guru yang langsung sempurna, melainkan guru yang berani mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki pembelajaran.

“Sekolah yang kuat lahir dari SDM yang terus belajar, budaya kerja yang kolaboratif, serta kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, peserta menghasilkan sejumlah luaran, di antaranya peta masalah SDM dan pembelajaran, rancangan modul ajar berbasis DESAIN, instrumen asesmen sederhana, rencana coaching kepala sekolah, serta rencana tindak lanjut selama tiga bulan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum pengenalan Program Kemitraan Pendidikan S1 dan S2 bersama Umsida. Program tersebut membuka peluang peningkatan kualifikasi akademik bagi guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, pengelola lembaga, dan masyarakat Karimun.

Baca Juga: Gelar Pelatihan Peningkatan Kinerja, Umsida Bangun Produktivitas melalui Tiny Habits

Melalui kegiatan ini, S2 MPI Umsida memperkuat perannya dalam mendampingi lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam pengembangan SDM, tata kelola sekolah, inovasi pembelajaran, dan budaya mutu.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Bertita Terkini

Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida Perkuat Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran
September 22, 2026By
Rapat Dosen Pascasarjana Umsida Perkuat Transformasi Pembelajaran Digital dan Layanan Akademik
September 18, 2026By
Prof Hana: Pascasarjana Umsida Tak Hanya Kuatkan Akademik, tetapi Juga Kepercayaan Diri Mahasiswa
September 14, 2026By
Rektor Umsida kepada Maba Pascasarjana: PTN dan PTS Bukan Pembeda, Kesungguhan yang Menentukan Prestasi
September 14, 2026By
Fortama Perdana Pascasarjana Umsida 2026, Bekali 238 Mahasiswa Baru Memulai Perjalanan Magister
September 14, 2026By
Mahasiswa S2 MPI Umsida Penerima Beasiswa Madin 2026 Ikuti Studium Generale Pemprov Jatim
September 12, 2026By
MIST Umsida Laksanakan Audit Mutu Internal untuk Perkuat Budaya Penjaminan Mutu Akademik
September 2, 2026By
15 Mahasiswa S2 MPI Umsida Raih Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026, Perkuat Kader Pendidikan Islam
September 1, 2026By

Prestasi

Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Paper Terbaik di University Malaya
June 16, 2026By
Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Juara 1 Creativity Competition di Universiti Malaya
June 14, 2026By

Kegiatan

Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida Perkuat Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran
September 22, 2026By
Rapat Dosen Pascasarjana Umsida Perkuat Transformasi Pembelajaran Digital dan Layanan Akademik
September 18, 2026By
Rektor Umsida kepada Maba Pascasarjana: PTN dan PTS Bukan Pembeda, Kesungguhan yang Menentukan Prestasi
September 14, 2026By
Fortama Perdana Pascasarjana Umsida 2026, Bekali 238 Mahasiswa Baru Memulai Perjalanan Magister
September 14, 2026By
Mahasiswa S2 MPI Umsida Penerima Beasiswa Madin 2026 Ikuti Studium Generale Pemprov Jatim
September 12, 2026By
MIST Umsida Laksanakan Audit Mutu Internal untuk Perkuat Budaya Penjaminan Mutu Akademik
September 2, 2026By
Magister Ilmu Komunikasi UMSIDA dan UMJ Jalin Kerja Sama Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi
August 27, 2026By
Lolos Tahap I, Peserta Beasiswa LPPD Jatim Jalani Uji Kitab di Umsida
August 10, 2026By