Pasca.umsida.ac.id – Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (S2 MPI Umsida) kembali melaksanakan perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2026/2027, Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga: S2 MPI Umsida Perkuat Kolaborasi Pendidikan melalui MoA dengan Argia Academy
Perkuliahan berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 lantai 7 Umsida. Mahasiswa semester 3 mengikuti perkuliahan di Ruang 704, sedangkan mahasiswa semester 1 mengikuti perkuliahan di Ruang 705.
Kegiatan perkuliahan tersebut menghadirkan pembahasan yang mengarahkan mahasiswa untuk tidak hanya memahami konsep manajemen pendidikan secara teoritis, tetapi juga mampu membaca berbagai persoalan nyata yang berkembang di lembaga pendidikan.
Mahasiswa semester 3 mengikuti mata kuliah Perencanaan Strategik Lembaga Pendidikan Islam yang diampu Dr Ida Rindaningsih MPd. Sementara itu, mahasiswa semester 1 mengikuti perkuliahan bersama Ketua Program Studi S2 MPI Umsida, Dr Eni Fariyatul Fahyuni SPsi MPdI, dalam mata kuliah Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Perencanaan Strategik Jadi Bekal Mengembangkan Lembaga Pendidikan
Dalam kelas semester 3 di Ruang 704, Dr Ida Rindaningsih MPd mengajak mahasiswa memahami bahwa perencanaan strategik tidak cukup berhenti pada penyusunan program kerja lembaga.
Mahasiswa perlu mampu membaca kondisi internal dan eksternal, menentukan arah pengembangan, mengidentifikasi tantangan, hingga menyusun strategi yang dapat diimplementasikan secara nyata dalam lembaga pendidikan Islam.
Menurutnya, perubahan lingkungan pendidikan menuntut setiap pengelola lembaga memiliki kemampuan melihat jauh ke depan.
“Perencanaan strategik bukan hanya tentang membuat dokumen atau menyusun program tahunan. Seorang pengelola pendidikan harus mampu membaca posisi lembaganya hari ini, memahami perubahan yang sedang terjadi, kemudian menentukan ke mana lembaga tersebut akan dibawa,” ujar Dr Ida.
Ia menambahkan bahwa kemampuan menyusun strategi menjadi semakin penting ketika lembaga pendidikan berhadapan dengan perubahan teknologi, karakter peserta didik, tuntutan masyarakat, persaingan antar-lembaga, hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui perkuliahan tersebut, mahasiswa didorong untuk melihat perencanaan strategik sebagai proses yang dinamis dan berkelanjutan.
Diskusi Realitas Pendidikan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Semester 1
Sementara itu, perkuliahan semester 1 berlangsung di Ruang 705 bersama Dr Eni Fariyatul Fahyuni SPsi MPdI.
Dalam proses pembelajaran, Kaprodi S2 MPI Umsida tersebut tidak banyak menggunakan pola penyampaian materi secara satu arah. Ia lebih banyak memberikan pertanyaan pemantik yang kemudian dikembangkan menjadi diskusi bersama mahasiswa.
Mahasiswa diajak membahas berbagai problematika dan realitas dunia pendidikan saat ini, mulai dari kualitas sumber daya manusia, perubahan karakter peserta didik, kepemimpinan lembaga, kompetensi pendidik, perkembangan teknologi, hingga tantangan pengelolaan lembaga pendidikan.
Metode tersebut membuat mahasiswa aktif menyampaikan pengalaman, pandangan, serta persoalan yang mereka temui di lingkungan pendidikan masing-masing.
“Di jenjang magister, mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui teori. Kita harus berani melihat realitas, menemukan masalah, kemudian bertanya mengapa persoalan itu terjadi dan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya,” tutur Dr Eni.
Menurutnya, diskusi menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena mahasiswa S2 MPI berasal dari latar belakang dan pengalaman yang beragam.
Pengalaman tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran ketika dipertemukan dengan teori dan dianalisis melalui perspektif akademik.
“Saya lebih memilih memberikan pemantik agar mahasiswa berpikir. Karena persoalan pendidikan yang dihadapi setiap lembaga bisa berbeda. Dari diskusi itulah kita belajar bahwa konsep manajemen harus mampu menjawab persoalan nyata, bukan berhenti pada teori,” tambahnya.
Mahasiswa: Perkuliahan Dekat dengan Persoalan yang Kami Hadapi
Pendekatan pembelajaran tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa semester 1 S2 MPI Umsida.
Salah satu mahasiswa menilai diskusi yang dibangun dalam perkuliahan membuat materi lebih mudah dikaitkan dengan kondisi lembaga pendidikan yang mereka temui sehari-hari.
“Yang menarik, kami tidak langsung diberikan jawaban oleh dosen. Kami justru diberikan pertanyaan tentang persoalan pendidikan yang sering kami temui. Dari situ teman-teman menyampaikan pengalaman masing-masing dan kami mencoba melihat persoalan tersebut dari sudut pandang manajemen pendidikan,” ungkap, Edi salah satu mahasiswa semester 1.
Ia menambahkan bahwa proses tersebut membuat mahasiswa menyadari bahwa persoalan pendidikan sering kali tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu sudut pandang.
Diskusi antarmahasiswa dengan pengalaman berbeda justru memperkaya cara melihat persoalan dan mencari alternatif penyelesaiannya.
Melalui perkuliahan yang berlangsung di lantai 7 GKB 3 tersebut, S2 MPI Umsida terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan strategis.
Baca Juga: Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
Perkuliahan diharapkan tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang memahami teori manajemen pendidikan Islam, tetapi juga calon pemimpin dan pengelola pendidikan yang mampu membaca perubahan, merumuskan strategi, serta menghadirkan solusi bagi perkembangan lembaga pendidikan.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi














