Mengapa Demand Forecasting Sulit Diterapkan? Tantangan Data, Teknologi, dan Kompetensi di Balik Prediksi Bisnis

ManajemenS2.umsida.ac.id – Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis, kemampuan memprediksi permintaan pasar atau demand forecasting menjadi salah satu kunci penting dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Prediksi yang akurat membantu organisasi merencanakan produksi, mengelola persediaan, serta menyesuaikan strategi distribusi dengan kebutuhan pasar.

Namun dalam praktiknya, implementasi sistem peramalan permintaan tidak selalu berjalan mudah.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Rita Ambarwati Sukmono, dosen Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), mengungkap berbagai tantangan yang sering dihadapi organisasi dalam menerapkan sistem demand forecasting.

Penelitian tersebut berjudul Comprehensive Framework for Optimizing Demand Forecasting Implementation: A Bibliometric Analysis, yang mengkaji perkembangan penelitian global mengenai peramalan permintaan serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya.

Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan peramalan permintaan tidak hanya ditentukan oleh metode analisis yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan organisasi dalam mengelola data, teknologi, dan sumber daya manusia.

Baca juga: Strategic Agility Jadi Tameng Manajer di Era Disrupsi Permanen

Kualitas Data sebagai Fondasi Peramalan
Sumber: Ilustrasi AI

Salah satu tantangan terbesar dalam implementasi demand forecasting adalah kualitas data yang digunakan dalam proses analisis.

Data yang tidak lengkap, tidak konsisten, atau tidak terstruktur dengan baik dapat menghasilkan prediksi yang kurang akurat.

Dalam praktik bisnis, data penjualan sering kali berasal dari berbagai sumber yang berbeda, seperti sistem penjualan, distribusi, maupun laporan manual dari berbagai cabang perusahaan.

Ketidaksamaan format data dan keterbatasan integrasi sistem sering menjadi kendala utama dalam proses analisis.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas data menjadi fondasi utama dalam membangun sistem peramalan yang andal.

“Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa kualitas data merupakan faktor paling mendasar dalam proses demand forecasting, karena model analisis yang baik sekalipun tidak akan menghasilkan prediksi yang akurat jika data yang digunakan tidak valid,” jelas Rita dalam penelitiannya.

Oleh karena itu, organisasi perlu memastikan bahwa sistem pengelolaan data mereka mampu menghasilkan data yang konsisten, akurat, dan mudah diakses oleh sistem analitik.

Lihat juga: Ukuran Perusahaan Jadi Penentu Strategi Kas? Ini Temuan Riset Dosen Akuntansi Umsida

Pemilihan Model dan Keterbatasan Infrastruktur

Selain masalah data, tantangan lain yang sering muncul adalah pemilihan model peramalan yang tepat.

Berbagai metode tersedia dalam praktik demand forecasting, mulai dari model statistik tradisional hingga metode berbasis kecerdasan buatan seperti machine learning.

Setiap model memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda.

Model statistik biasanya lebih mudah dipahami dan dijelaskan, sementara model berbasis AI mampu menangkap pola data yang lebih kompleks.

Namun penggunaan model yang lebih canggih juga memerlukan infrastruktur teknologi yang memadai.

Proses komputasi yang kompleks membutuhkan kapasitas sistem yang besar serta perangkat lunak analitik yang mendukung.

“Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan demand forecasting tidak hanya bergantung pada kecanggihan metode analisis, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur teknologi yang dimiliki organisasi,” ujarnya.

Tanpa dukungan teknologi yang memadai, model yang kompleks justru dapat menjadi sulit diterapkan secara optimal.

Faktor Internal dan Eksternal yang Memengaruhi Prediksi

Penelitian ini juga menyoroti bahwa keberhasilan sistem demand forecasting tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh faktor organisasi dan lingkungan bisnis.

Dari sisi internal, kompetensi sumber daya manusia dalam bidang analitik menjadi faktor penting.

Tim yang memahami analisis data, statistik, dan teknologi AI akan lebih mampu mengelola sistem peramalan secara efektif.

Sebaliknya, keterbatasan kemampuan analitis dapat membuat organisasi kesulitan memanfaatkan potensi teknologi yang tersedia.

Selain itu, faktor eksternal juga turut memengaruhi akurasi peramalan. Perubahan tren pasar, kondisi ekonomi, hingga dinamika perilaku konsumen dapat memengaruhi pola permintaan secara signifikan.

“Menurutnya hal ini memperlihatkan bahwa demand forecasting bukan sekadar proses teknis, melainkan juga proses strategis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal dalam organisasi,” jelas Rita.

Melalui penelitian ini, dapat dipahami bahwa peramalan permintaan bukan hanya soal memilih metode analisis yang paling canggih.

Keberhasilan implementasinya justru bergantung pada kombinasi antara kualitas data, kesiapan teknologi, serta kemampuan organisasi dalam memahami dinamika pasar yang terus berubah.

Sumber Jurnal: Comprehensive    Framework    for    Optimazing    Demand    Forecasting Implementation: A Bibliometric Analysis

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Antusias Ikuti Seleksi, 28 Peserta Beasiswa LPPD Jatim Lolos Tahap 1
August 5, 2026By
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Guru Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat
August 4, 2026By
Tes Fathul Mu’in Uji Kompetensi Calon Penerima Beasiswa LPPD
August 3, 2026By
Dr Netti Lastiningsih Tegaskan Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital
August 1, 2026By
Dr Erna Yayuk: Numerasi Membantu Murid Mengambil Keputusan Tepat
July 31, 2026By
Ustaz Naruto Ajak Guru Terus Belajar di Era Digital
July 30, 2026By
Prof Hana Tegaskan Komitmen Pascasarjana Tingkatkan Kualitas Pendidikan
July 29, 2026By
28 Peserta Lolos Seleksi Internal Beasiswa LPPD Jatim 2026
July 28, 2026By

Prestasi

Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Paper Terbaik di University Malaya
June 16, 2026By
Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Juara 1 Creativity Competition di Universiti Malaya
June 14, 2026By

Kegiatan

Antusias Ikuti Seleksi, 28 Peserta Beasiswa LPPD Jatim Lolos Tahap 1
August 5, 2026By
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Guru Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat
August 4, 2026By
Tes Fathul Mu’in Uji Kompetensi Calon Penerima Beasiswa LPPD
August 3, 2026By
Dr Netti Lastiningsih Tegaskan Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital
August 1, 2026By
Dr Erna Yayuk: Numerasi Membantu Murid Mengambil Keputusan Tepat
July 31, 2026By
Ustaz Naruto Ajak Guru Terus Belajar di Era Digital
July 30, 2026By
Prof Hana Tegaskan Komitmen Pascasarjana Tingkatkan Kualitas Pendidikan
July 29, 2026By
28 Peserta Lolos Seleksi Internal Beasiswa LPPD Jatim 2026
July 28, 2026By
BWINBET365