Melalui Abdimas di Telur Moe Farm, Magister Manajemen UMSIDA Perkuat Pemberdayaan Difabel Berbasis Usaha Berkelanjutan

ManajemenS2.umsida.ac.id –  Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bekerja sama dengan Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang dilaksanakan di Telur Moe Farm, sebuah unit usaha peternakan telur omega yang dikelola oleh Jamaah Difabel Muhammadiyah. Kegiatan ini difokuskan pada pemberdayaan penyandang difabel berbasis usaha berkelanjutan, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan inklusivitas sosial (Yogyakarta, 14 Desember 2025).

Telur Moe Farm merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berada di bawah pembinaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah, serta mendapatkan pendampingan intensif dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Produk unggulan Telur Moe Farm adalah telur omega yang dikenal memiliki kandungan nutrisi tinggi dan baik bagi kesehatan. Keunggulan tersebut tidak lepas dari proses produksi yang berbasis riset, mulai dari pakan ternak yang diformulasikan secara khusus hingga sistem pemeliharaan ayam dengan konsep semi umbaran (setengah umbaran).

“Konsep semi umbaran ini membuat ayam lebih bahagia, tidak stres, dan terbukti lebih produktif dalam jangka panjang,” ungkap salah satu pengelola saat diskusi berlangsung.

Diskusi Aktif Mahasiswa, Dosen, dan Pelaku UMKM

Dalam kegiatan Abdimas ini, mahasiswa, dosen Magister Manajemen UMSIDA, serta pelaku UMKM Telur Moe Farm terlibat dalam diskusi aktif terkait pengelolaan usaha, strategi pemasaran, manajemen keuangan, hingga penguatan keberlanjutan bisnis berbasis inklusi sosial.

Menariknya, kualitas produk Telur Moe Farm juga dijaga melalui uji laboratorium setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh tim dari UGM, sementara operasional harian dan sistem pencatatan keuangan dipantau secara rutin oleh UGM dan UMY.

“Pendampingan ini tidak hanya soal produksi, tetapi juga memastikan tata kelola usaha berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan,” jelas salah satu tim pendamping.

Perjalanan Usaha: Dari Overstok hingga Pre-Order

Dalam sesi sambutan, Ibu Yuliana, selaku Bendahara Telur Moe Farm, membagikan kisah perjalanan usaha yang penuh tantangan namun inspiratif.

“Di awal usaha, telur sempat tidak laku dan kami mengalami over stock. Kami mulai mencoba memasarkan melalui bazar dan event-event Muhammadiyah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa seiring berjalannya waktu, kualitas produk dan kepercayaan konsumen semakin meningkat.

“Alhamdulillah, sekarang justru kewalahan karena permintaan tinggi dan sistemnya sudah pre-order. Kondisi keuangan juga mulai membaik,” lanjut Ibu Yuliana.

Dukungan Multi Pihak dan Rencana Pengembangan

Telur Moe Farm mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, antara lain Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah, LAZISMU, serta Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ke depan, pengembangan usaha ini juga akan diperkuat dengan rencana dukungan dari Universitas ‘Aisyiyah Muhammadiyah Yogyakarta, berupa penyediaan lahan dan bantuan 1.000 ekor ayam petelur.

Melalui kegiatan Abdimas ini, Magister Manajemen UMSIDA berharap dapat berkontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi difabel, sekaligus memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa mengenai praktik manajemen usaha sosial yang berkelanjutan, berbasis riset, dan kolaborasi lintas institusi.

Bertita Terkini

Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida Perkuat Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran
September 22, 2026By
Rapat Dosen Pascasarjana Umsida Perkuat Transformasi Pembelajaran Digital dan Layanan Akademik
September 18, 2026By
Prof Hana: Pascasarjana Umsida Tak Hanya Kuatkan Akademik, tetapi Juga Kepercayaan Diri Mahasiswa
September 14, 2026By
Rektor Umsida kepada Maba Pascasarjana: PTN dan PTS Bukan Pembeda, Kesungguhan yang Menentukan Prestasi
September 14, 2026By
Fortama Perdana Pascasarjana Umsida 2026, Bekali 238 Mahasiswa Baru Memulai Perjalanan Magister
September 14, 2026By
Mahasiswa S2 MPI Umsida Penerima Beasiswa Madin 2026 Ikuti Studium Generale Pemprov Jatim
September 12, 2026By
MIST Umsida Laksanakan Audit Mutu Internal untuk Perkuat Budaya Penjaminan Mutu Akademik
September 2, 2026By
15 Mahasiswa S2 MPI Umsida Raih Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026, Perkuat Kader Pendidikan Islam
September 1, 2026By

Prestasi

Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Paper Terbaik di University Malaya
June 16, 2026By
Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Juara 1 Creativity Competition di Universiti Malaya
June 14, 2026By

Kegiatan

Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida Perkuat Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran
September 22, 2026By
Rapat Dosen Pascasarjana Umsida Perkuat Transformasi Pembelajaran Digital dan Layanan Akademik
September 18, 2026By
Rektor Umsida kepada Maba Pascasarjana: PTN dan PTS Bukan Pembeda, Kesungguhan yang Menentukan Prestasi
September 14, 2026By
Fortama Perdana Pascasarjana Umsida 2026, Bekali 238 Mahasiswa Baru Memulai Perjalanan Magister
September 14, 2026By
Mahasiswa S2 MPI Umsida Penerima Beasiswa Madin 2026 Ikuti Studium Generale Pemprov Jatim
September 12, 2026By
MIST Umsida Laksanakan Audit Mutu Internal untuk Perkuat Budaya Penjaminan Mutu Akademik
September 2, 2026By
Magister Ilmu Komunikasi UMSIDA dan UMJ Jalin Kerja Sama Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi
August 27, 2026By
Lolos Tahap I, Peserta Beasiswa LPPD Jatim Jalani Uji Kitab di Umsida
August 10, 2026By