ManajemenS2.umsida.ac.id – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah bisnis berkelanjutan atau sustainability semakin sering dibicarakan. Banyak perusahaan mulai mengadopsi konsep ramah lingkungan, efisiensi energi, hingga tanggung jawab sosial. Namun, tidak sedikit yang masih menganggap hal ini sebagai tren sesaat yang hanya relevan untuk membangun citra. Padahal, bisnis berkelanjutan bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan pendekatan jangka panjang yang...Read More
ManajemenS2.umsida.ac.id – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola, banyak perusahaan mulai menempatkan ESG sebagai bagian dari identitas bisnisnya. Istilah ini semakin sering muncul dalam laporan tahunan, presentasi perusahaan, hingga kampanye komunikasi merek. Namun, di balik tren tersebut, ada pertanyaan penting yang perlu dijawab secara jujur: apakah strategi keberlanjutan benar-benar sudah menjadi...Read More
ManajemenS2.umsida.ac.id – Dalam dunia bisnis, banyak orang mengira kegagalan perusahaan selalu disebabkan oleh faktor besar seperti krisis ekonomi, persaingan pasar, atau perubahan teknologi. Padahal, tidak sedikit keputusan buruk lahir dari sesuatu yang lebih dekat dan lebih sering diabaikan, yaitu cara manusia berpikir. Di ruang rapat, dalam proses perencanaan, hingga saat eksekusi strategi, keputusan bisnis sangat mungkin...Read More
ManajemenS2.umsida.ac.id – Dalam dunia bisnis modern, kemampuan memprediksi permintaan pasar menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga efisiensi produksi, distribusi, dan manajemen persediaan. Perusahaan yang mampu memperkirakan permintaan dengan tepat dapat menghindari kelebihan stok sekaligus mencegah kekurangan produk di pasar. Namun perkembangan teknologi kini mengubah cara perusahaan melakukan peramalan permintaan. Penelitian yang dilakukan oleh Dr Rita...Read More
ManajemenS2.umsida.ac.id – Dunia bisnis hari ini tidak sedang berubah, melainkan bergerak di atas lantai yang terus bergeser. Banyak manajer masih memakai logika era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) untuk membaca situasi. Padahal, realitas terbaru lebih cocok disebut BANI world: rapuh (brittle), penuh kecemasan (anxious), tidak linear (nonlinear), dan sulit dipahami (incomprehensible). Konsekuensinya jelas, rencana lima tahunan...Read More
Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Donec sed odio dui. Etiam porta sem malesuada.