Pasca.umsida.ac.id – Kesibukan bekerja penuh waktu tidak menghalangi Amisa Melinda, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), untuk meraih prestasi akademik membanggakan.
Baca Juga: Pascasarjana Umsida Cetak 44 Magister Unggul dan Berdaya Saing Global
Amisa berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Pascasarjana Umsida pada Wisuda ke-48 setelah menyelesaikan pendidikan magisternya dalam waktu 1 tahun 11 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 dan predikat cumlaude. (25/10/26)
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa komitmen dan konsistensi dalam menjalani pendidikan dapat membuahkan hasil, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
Kuliah S2 Sambil Bekerja, Amisa Buktikan Pentingnya Konsistensi
Keputusan Amisa melanjutkan pendidikan S2 berawal dari keinginannya untuk terus mengembangkan kemampuan setelah memperoleh pengalaman di dunia kerja.
Sejak menyelesaikan pendidikan sarjana, ia sebenarnya telah memiliki keinginan melanjutkan studi. Namun, saat itu Amisa memilih bekerja terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman profesional.
Setelah beberapa tahun bekerja, ia menyadari bahwa pengetahuan akademik dan pengalaman praktik merupakan dua hal yang saling melengkapi.
“Selain ingin meningkatkan kompetensi diri, saya juga ingin membuktikan bahwa kesibukan bekerja bukan alasan untuk berhenti belajar dan berkembang,” ungkap Amisa.
Menjalani perkuliahan malam sambil bekerja penuh waktu bukan perkara mudah. Amisa harus membagi perhatian antara tanggung jawab pekerjaan, tugas perkuliahan, hingga penyusunan tesis.
Bahkan, tidak jarang ia bersama teman-temannya harus menyelesaikan tugas kelompok hingga dini hari setelah mengikuti perkuliahan.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan magister tidak selalu ditentukan oleh kemampuan akademik semata, tetapi juga ketekunan dalam menghadapi setiap proses.
“Menurut saya, kuncinya bukan karena saya paling pintar, tetapi karena saya berusaha tetap konsisten. Saya percaya bahwa selama kita terus berproses dan tidak berhenti di tengah jalan, hasil baik akan mengikuti,” jelasnya.
Ia mengakui pernah berada pada titik kelelahan dan hampir menyerah, terutama ketika pekerjaan, penyusunan tesis, dan persoalan pribadi datang secara bersamaan.
Namun, Amisa berusaha mengatasi kondisi tersebut dengan kembali mengingat tujuan awal melanjutkan pendidikan, menentukan prioritas, serta mencari dukungan dari orang-orang terdekat.
Pengalaman Student Mobility dan Dukungan Sahabat Jadi Bagian Perjalanan Akademik
Selain memperoleh pengetahuan akademik, Amisa mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama menempuh pendidikan di Pascasarjana Umsida.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika dirinya bersama empat sahabat dipercaya menjadi panitia kegiatan Student Mobility di Yogyakarta.
Di tengah kesibukan pekerjaan dan perkuliahan, mereka harus bekerja sama mempersiapkan kegiatan tersebut hingga terlaksana.
Pengalaman itu memberikan pelajaran tentang kerja sama, tanggung jawab, dan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan sesama mahasiswa.
“Dari situ saya belajar bahwa kuliah bukan hanya tentang mendapatkan nilai atau gelar, tetapi juga tentang pengalaman, relasi, dan kesempatan untuk berkembang di luar kelas,” tuturnya.
Amisa juga menyampaikan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan kedua orang tua, adik, serta sahabat yang selalu memberikan semangat selama menjalani pendidikan.
Baginya, kehadiran orang-orang terdekat menjadi sumber kekuatan ketika menghadapi berbagai kesulitan.
Saat mengetahui dirinya terpilih sebagai Wisudawan Terbaik, Amisa mengaku terkejut sekaligus bersyukur karena perjuangannya selama hampir dua tahun akhirnya membuahkan hasil.
“Pencapaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi saya, tetapi yang lebih penting adalah menjadi hadiah kecil untuk orang tua, keluarga, dan teman-teman yang selalu mendukung saya sampai di titik ini,” ujarnya.
Raih IPK 3,86, Amisa Berencana Lanjutkan Pendidikan hingga S3
Keberhasilan menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen dengan predikat cumlaude tidak membuat Amisa berhenti mengembangkan diri.
Setelah menyelesaikan studi S2, ia berencana mencari peluang pengembangan karier yang lebih luas sekaligus membuka kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral atau S3.
Menurutnya, pengalaman menempuh pendidikan di Pascasarjana Umsida telah memberikan perubahan dalam cara berpikir, kemampuan mengelola diri, serta kepercayaan diri menghadapi tantangan profesional.
“Saya datang ke Pascasarjana Umsida untuk mencari ilmu, tetapi saya pulang dengan bekal yang jauh lebih besar: pengalaman, relasi, cara berpikir yang lebih matang, dan kepercayaan diri untuk melangkah ke jenjang karier berikutnya,” ungkapnya.
Amisa berharap perjalanan akademiknya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Pascasarjana Umsida lainnya, khususnya mereka yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikan sambil bekerja.
Ia berpesan agar mahasiswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dan tidak terlalu sering membandingkan pencapaian diri dengan orang lain.
“Pesan saya, nikmati setiap prosesnya. Kuliah S2 sambil bekerja memang tidak mudah, dan pasti ada masa-masa di mana kita merasa lelah atau ingin menyerah. Tapi ingat, tidak apa-apa beristirahat sejenak, yang penting jangan berhenti,” pesannya.
Baginya, setiap mahasiswa memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing. Karena itu, konsistensi dan kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting dalam mencapai tujuan.
Baca Juga: Umsida dan IKAPI Jatim Sinergikan Potensi Akademik dan Penerbitan
“Percaya pada proses, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan terus melangkah meskipun pelan. Karena sering kali yang membedakan bukan siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang memilih untuk tetap bertahan sampai selesai,” pungkasnya.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi














