Mahasiswa Magister Manajemen Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Kuliah S2 dalam Yudisium II Pascasarjana

Pasca.umsida.ac.id – Perjalanan menempuh pendidikan magister bukan hanya tentang meraih gelar akademik, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan Heru Rismawan, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), dalam kegiatan Yudisium II Pascasarjana Umsida, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mas Manshur, Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 lantai 7 Kampus 1 Umsida tersebut diikuti 34 mahasiswa dari Program Studi Magister Manajemen dan Magister Manajemen Pendidikan Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Heru mewakili peserta yudisium menyampaikan pesan dan kesan mengenai perjalanan akademik, perjuangan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, serta tanggung jawab setelah menyelesaikan pendidikan magister.

Kuliah S2 Bukan Sekadar Meraih Gelar Akademik

Dalam penyampaian pesan dan kesannya, Heru mengungkapkan rasa bangga dapat menempuh pendidikan di Pascasarjana Umsida. Menurutnya, pengalaman selama perkuliahan tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan pola pikir mahasiswa.

“Kami di sini tidak hanya belajar, kami di sini tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik sebetulnya,” ungkap Heru.

Ia menjelaskan bahwa setiap mahasiswa datang dengan tujuan dan cita-cita besar. Namun, setelah menyelesaikan pendidikan, mereka tidak hanya membawa gelar akademik, melainkan juga pengalaman, kenangan, serta tanggung jawab baru.

Bagi Heru, ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan harus menjadi bekal dalam menghadapi berbagai persoalan, khususnya di lingkungan pekerjaan dan organisasi.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan magister memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir strategis dan mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab.

Perjuangan Membagi Waktu antara Kuliah, Pekerjaan, dan Keluarga

Selain menyampaikan kebanggaannya, Heru turut mengenang berbagai tantangan yang dihadapi selama menempuh pendidikan magister.

Menurutnya, menjalani perkuliahan di tengah kesibukan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga bukanlah sesuatu yang mudah. Mahasiswa harus mampu mengatur waktu agar seluruh kewajiban dapat diselesaikan dengan baik.

“Kesibukan itu bukan penghalang,” pesannya.

Heru mengungkapkan bahwa perjalanan akademik tersebut membutuhkan komitmen, kedisiplinan, serta dukungan dari berbagai pihak.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan jajaran Pascasarjana Umsida yang telah memberikan ilmu, bimbingan, serta pendampingan selama proses perkuliahan.

Baginya, keberhasilan mencapai tahap yudisium menjadi bukti bahwa semangat belajar dapat terus dijaga meskipun dihadapkan pada berbagai tanggung jawab kehidupan.

Ajak Mahasiswa Memulai Perubahan dari Langkah Kecil

Menutup pesan dan kesannya, Heru mengajak seluruh peserta yudisium untuk tidak meremehkan kontribusi sederhana yang dapat dilakukan setelah menyelesaikan pendidikan.

Melalui perumpamaan mengenai bagian kecil dari sebuah kapal yang memiliki pengaruh besar, ia mengingatkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.

“Ukurannya mungkin kecil, tapi dampaknya sangat besar,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa konsistensi, doa, dan penerapan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.

Heru juga berharap pengalaman akademik selama menempuh pendidikan magister dapat menjadi bekal untuk meningkatkan profesionalisme dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui momentum Yudisium II ini, mahasiswa Pascasarjana Umsida diharapkan mampu terus mengembangkan kompetensi, menjaga nama baik almamater, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Bertita Terkini

Perkuat Internasionalisasi, MIST Umsida Jalin Kerja Sama dengan IIUM Malaysia
October 22, 2026By
Perkuat Internasionalisasi Akademik, Pascasarjana Umsida Hadirkan Pakar USIM Bahas Industri Halal Berkelanjutan
October 21, 2026By
Orasi Ilmiah Yudisium 2 Pascasarjana Umsida, Dr Kumara Aji Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab Keilmuan
October 20, 2026By
Prof Hana: Gelar Magister Harus Memberikan Dampak Positif bagi Masyarakat
October 19, 2026By
Pascasarjana Umsida Kukuhkan 34 Mahasiswa dalam Yudisium II, Dorong Profesionalisme dan Keunggulan Berkelanjutan
October 19, 2026By
Pascasarjana Umsida Gelar Diskusi Akademik Kurikulum Magister Berbasis Riset
October 15, 2026By
Perkuliahan S2 MPI Umsida Dorong Mahasiswa Kritis Membaca Realitas Pendidikan
October 5, 2026By
S2 MPI Umsida Perkuat Kolaborasi Pendidikan melalui MoA dengan Argia Academy
September 30, 2026By

Prestasi

Kaprodi Magister Dikdas Umsida Dipercaya Jadi Fasilitator BBPMP Kemendikdasmen
October 13, 2026By
Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Paper Terbaik di University Malaya
June 16, 2026By
Mahasiswa S2 Dikdas Umsida Raih Juara 1 Creativity Competition di Universiti Malaya
June 14, 2026By

Kegiatan

Perkuat Internasionalisasi, MIST Umsida Jalin Kerja Sama dengan IIUM Malaysia
October 22, 2026By
Perkuat Internasionalisasi Akademik, Pascasarjana Umsida Hadirkan Pakar USIM Bahas Industri Halal Berkelanjutan
October 21, 2026By
Orasi Ilmiah Yudisium 2 Pascasarjana Umsida, Dr Kumara Aji Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab Keilmuan
October 20, 2026By
Prof Hana: Gelar Magister Harus Memberikan Dampak Positif bagi Masyarakat
October 19, 2026By
Pascasarjana Umsida Gelar Diskusi Akademik Kurikulum Magister Berbasis Riset
October 15, 2026By
Perkuliahan S2 MPI Umsida Dorong Mahasiswa Kritis Membaca Realitas Pendidikan
October 5, 2026By
S2 MPI Umsida Perkuat Kolaborasi Pendidikan melalui MoA dengan Argia Academy
September 30, 2026By
Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida Perkuat Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran
September 22, 2026By